Masyarakat Kaltim siap Tolak Jika Blok Eastkal Diberikan ke PetroChina

0
389
Sumur pengelolaan Migas milik PetroChina di Indonesia

Menteri ESDM Ignasius Jonan sepertinya kompak dengan Wamennya Arcandra Tahar yang akan memberikan Blok Eastkal Ex Chevron Indonesia ke PetroChina.

Pasca mundurnya Pertamina untuk menakhodai Blok Eastkal pasca 24 Oktober 2018 lalu, sepertinya hal itu disambut PetroChina yang berani ikut lelang dengan pola Gross Split.

Tetapi usaha BUMD Benuo Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk mempersiapkan diri menjadi operator terus berlanjut. Bahkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) akan membuat surat ke Presiden tentang permohonan dapat mengelola Blok Eastkal ini.

Sementara Menteri ESDM sampai saat ini belum menjawab  surat permohonan Joint Study dari PPU. Hal ini yang membuat pihak PPU terus berupaya menempuh jalur birokrasi agar dapat mengelola kekayaan SDA-nya sendiri.

PPU melalui BUMD terus berupaya untuk menjadi petani penggarap blok Eastkal mengingat dari segi finansial, teknologi, dan human capital, BUMD Benuo Taka mampu menanganinya. Apalagi kini sudah berstatus Production Sharing Contrac (PSC).

Dirut BUMD Benuo Taka Wahdiat Alghazali saat dihubungi juga memberi sinyal siap bagi BUMD mengelola Blok Eastkal dari segi mana pun. “Kami sudah mengkaji selama setahun lebih. Namun patut kami sayangkan Menteri ESDM belum memberi kesempatan kepada kami melakukan Joint Study Blok Eastkal,” tandasnya.

PPU juga memiliki opsi terakhir jika Menteri ESDM tetap memaksakan kehendaknya memberikan Blok Eastkal ini ke PetroChina, maka seluruh masyarakat Penajam akan menolak kehadirannya.

Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) melalui pentolannya, Erly Sopiansyah mengatakan siap mendukung PPU untuk mendapatkan Blok Eastkal tersebut.

“Daripada diberikan ke perusahaan China mending berikan saja ke BUMD. Inikan harta kita yang berada di depan mata kita, kok seenaknya mau diberikan ke China,” ujar Erly agak keras.

“Kami akan menghalau siapapun perusahaan asing masuk ke Kaltim jika terbukti merugikan  Kaltim,” pungkas dia.