Makassar New Port Bersiap Menuju ‘Ocean Going’

0
299
Makassar New Port. Foto: Istimewa.

Makassar (Samudranesia) – Makassar New Port (MNP) diyakini bakal menyaingi terminal peti kemas lainnya, baik untuk ekspor maupun impor. Keberadaan MNP ini diharapkan menjadi the biggest container terminal in eastern Indonesia atau terminal peti kemas terbesar di Timur Indonesia.

Saat ini, MNP secara bertahap telah melakukan kegiatan bongkar muat peti kemas domestik dan ocean going limpahan dari Terminal Petikemas Makassar (TPM). Targetnys  di tahun 2023, MNP bakal menerima seluruh kegiatan TPM.

Target PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) memindahkan keseluruhan aktivitas bongkar muat petikemas dari Terminal Petikemas Makassar (TPM) ke Makassar New Port (MNP) bakal terealisasi tahun 2023 dua tahun ke depan sesuai rencana.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi menjelaskan, bahwa berdasarkan rencana kerja jangka panjang perusahaan sampai dengan tahun 2024, semua kegiatan bongkar muat peti kemas yang beroperasi di TPM akan dialihkan ke MNP.

Menurut Prasetyadi, TPM sendiri bakal berubah fungsi menjadi pelabuhan multipurpose atau mungkin bisa sebagai car terminal, bisa digunakan untuk barang-barang curah, tentunya curah yang bersih. Kemudian bisa juga terminal cruise, semua akan dikaji secara mendalam oleh Pelindo IV.

Sedangkan MNP, lanjut Prasetyadi, memang didesain sebagai terminal petikemas modern yang terhubung rel kereta api. Memiliki fasilitas yang mampu menangani kapal super post panamax, kedalamannya antara 16 hingga 20 m LWS.

“Kami berharap pengguna jasa, khususnya shipping line, bisa berpartner dengan MLO atau operator pelayaran jalur utama di dunia agar bisa memulai pembicaraan menarik kapal-kapal besar masuk MNP,” jelasnya, Senin (22/2).

MNP menjadi terminal peti kemas dengan akses distribusi barang menggunakan kereta api, akan ada rel kereta api ke arah Parepare tetapi bukan masuk ke dalam container yard melainkan ke lokasi yang dekat pelabuhan tersebut.

Bahkan ke depan MNP juga akan memiliki kawasan industri yang terintegrasi. Direncanakan nantinya pembangunan kawasan industri di lokasi MNP Tahap III merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan.

Fasilitas MNP didesain guna menangani kapal-kapal besar sampai dengan type Super post panamax, serta didesain kedalamannya antara -16 m LWS hingga – 20 m LWS. Nanti crane yang dipasangpun akan lebih besar disesuaikan rencana kedatangan kapal.

Terkait itu, GM Pelindo IV MNP, Edy Nursewan menerangkan bahwa container yard (CY) MNP memiliki luas 16 hektare dan meningkat 48 hektare pada tahun 2022, dengan kapasitas penumpukan sebesar 17,5 juta TEUs.

Menurut Edy, meskipun masih dalam masa Pandemi Covid-19, tetapi arus bongkar muat barang dan operasional pelayanan kapal di MNP tidak mengalami gangguan yang cukup berarti, bahkan meningkat.

“Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja bongkar muat di MNP, kami siap melakukan pelayanan selama 24×7,” pungkasnya. (*)