Kualitas Garam Rakyat Naik, Siap Bersaing di Pasaran?

0
384
Usaha garam rakyat. Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Keberadaan petani garam di Indonesia bagai hidup segan mati tak mau. Kualitas garam yang dihasilkannya dari tahun ke tahun selalu di bawah bayang-bayang garam impor. Akibatnya, kemiskinan pun mendera kehidupan mereka.

Terkait itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut sudah menyiapkan langkah-langkah jitu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas garam rakyat. Di antaranya dengan meresmikan washing plant/alat pencuci dan permunian garam di Brebes, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Peresmian dilakukan secara simbolik oleh Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu bersama, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Agustina Murbaningsih, dan Wakil Bupati Brebes Narjo, di Desa Pesantunan Kec. Wanasari, Brebes.

Washing plant adalah rangkaian mesin berikut tempat dan peralatannya untuk mencuci dan memurnikan garam, yang terdiri dari bagian penggilingan/penghancur, pencucian, penirisan dan pengeringan, iodisasi, serta pengepakan.

Bahan baku yang digunakan adalah garam dengan SNI 4435:2017 dengan kadar Natrium Clorida (NaCl) atas dasar berat kering sebesar 85-94 persen dan menghasilkan output garam minimum sesuai SNI 3556:2016 dengan kadar NaCl minimal sebesar 94 persen.

Bantuan washing plant senilai Rp2,7 Miliar yang diresmikan tersebut, diserahkan secara langsung oleh Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu kepada Koperasi Garam Mekar Sari Sejahtera sebagai penerima bantuan.

TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe mengatakan pembangunan washing plant bertujuan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri sehingga mampu menyerap produksi garam rakyat dan meningkatkan harga jual garam, serta membangun akses pasar garam berbasis ekonomi rakyat.

“Alat pencuci garam dengan kapasitas produksi 20 ton/hari ini diharapkan dapat memenuhi potensi pasar garam yang ada sehingga dengan meningkatnya produksi garam berkualitas dapat meningkatkan kesejahteraan petambak garam di Kabupaten Brebes,” ujar Tebe di Brebes.

Tebe mengungkapkan pada tahun 2020, KKP melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) memberikan bantuan washing plant di 7 lokasi, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pati, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Pasuruan.

“Sesuai dengan arahan Presiden  kegiatan PUGaR juga disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Oleh sebab itu, kegiatan PUGaR dilaksanakan secara padat karya menyerap tenaga lokal untuk membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Setkab Agustina Murbaningsih menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.

“Alhamdulillah hari ini pemerintah telah memberikan stimulus berupa mesin untuk meningkatkan kualitas garam rakyat. Semoga garam rakyat segera dapat diserap kalangan industri,” ujar Agustina.

Wakil Bupati Brebes, Narjo dalam kesempatan yang sama berterima kasih kepada KKP yang telah memberikan perhatian untuk Kabupaten Brebes dengan berbagai program kelautan dan perikanan, khususnya program PUGaR dalam upaya menangani permasalahan garam nasional. Terlebih, pada upaya mencapai swasembada garam nasional.

“Program nasional ini menunjukkan bentuk komitmen pemerintah untuk membuka lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan petambak garam rakyat,” terang Narjo.

Sementara itu, perwakilan Koperasi Garam Mekar Sari Sejahtera, Nahjo berkeyakinan bantuan washing plant akan memberikan kesejahteraan yang layak bagi anggota koperasi.

“Saya yakin washing plant dapat memperbaiki kualitas garam kami, sehingga nantinya garam kami diterima oleh industri dan pasar,” ucap Ponco. (*)