KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Tim Penyelamat Langsung Sisir Lokasi

0
91
KRI Nanggala-402. Dok Foto: Istimewa.

Jakarta (Samudranesia) – KRI Nanggala-402 yang merupakan satu dari lima kapal selam milik TNI Angkatan Laut menaglami hilang kontak di Selat Bali saat menggelar uji coba latihan di perairan tersebut, Rabu (21/4). 

Dilansir dari CNNIndonesia, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan hingga kini masih dilakukan pencarian di sekitar 60 nautical mile (NM) atau sekitar 95 km di utara Pulau Bali.

“Koordinat hilangnya kapal selam tersebut sudah ditemukan, sekitar 95 kilometer dari arah utara Pulau Bali,” kata Laksma Julius.

Peta Latihan TNI AL

Menurutnya, KRI Nanggala-402 mengangkut 53 awak. Keberadaan mereka seluruhnya masih berada di dalam kapal selam. Hingga saat ini dua kapal selam tengah menyisir di lokasi hilangnya kontak.

“Ada 53 orang di kapal selam. Dua kapal selam sedang dalam perjalanan ke titik untuk resque,” jelasnya.

Diduga KRI Nanggala-402 berada di kedalaman 700-800 meter yang berada pada perbatasan Laut Jawa dengan Selat Makassar di sebelah utara Pulau Bali.

TNI AL juga mengerahkan kapal selam lain untuk membantu pencarian kapal selam tersebut. Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan Kapal Selam KRI Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut hilang kontak di Perairan Bali pada Rabu (21/4).

Saat ini menurut Hadi, timnya masih melakukan penelusuran atas kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari grup WhatsApp Maritime Fighter, diketahui banyak tumpahan solar di sekitar lokasi yang diduga berasal dari KRI Nanggala-402.

Dugaan tumpahan solar milik KRI Nanggala-402

Kemudian tim resque bantuan dari Singapura juga sudah tiba di sekitar lokasi. Info dari Dispenal beberapa penyelam TNI AL juga sudah menyusuri lokasi kejadian.

KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam yang dioperasikan TNI AL. Kapal ini merupakan kapal selam buatan Jerman pada 1979 lalu. Kapal jenis tersebut adalah kapal yang cukup tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat. (*)