Korps Baret Ungu Lakukan Latihan Pendaratan Amfibi di Dabo Singkep

0
127
Latihan Pendaratan Oeprasi Amfibi. Dok Foto: Dispen Kormar.

Dabo Singkep (Samudranesia) – Komandan Korps Marinir (Danormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono meresmikan Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau menjadi tempat Latihan Pendaratan Amfibi Korps Marinir, Jum’at (09/04/2021).

Dalam perrsmian ini Dankormar didampingi oleh Wadan Kormar Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, Komandan Pasmar 1 (Danpasmar) Brigjen TNI (Mar) Hermanto, Dirlat Kodiklatal, Asintel Dankormar, Asrena Dankormar, Aspers Dankormar, Asops Dankormar, Danlanmar Jakarta dan  Dankolatmar.

Tujuan peresmian Pantai Pendaratan Amfibi Korps Marinir adalah untuk meningkatkan fungsi dan peran Komando Latih Marinir (Kolatmar) sebagai salah satu Komando Pelaksana (Kolak)  Kormar.

“Menyikapi tren perkembangan lingkungan strategis yang cepat dan sangat dinamis serta sulit diprediksi (Unpredictable), menuntut Korps Marinir TNI AL senantiasa melakukan inovasi dan kreasi agar dapat beradaptasi dengan tantangan tugas kedepan yang semakin multidimensi,” ujar Dankormar dalam amanatnya.

Penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti oleh Dankormar menandakan bahwa peresmian Pantai Pendaratan Amfibi Korps Marinir.

Peresmian ini juga dihadiri Dirut PT Tiga Muara Jaya bapak Thomas, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Ustad Nizar, tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. Usai peresmian tersebut, pasukan Marinir langsung melakukan latihan pendaratan amfibi di Pantai Todak.

Dalam hitungan menit ratusan personel Pasukan Pendarat Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Operasi Amfibi terlibat “perang sengit” dengan musuh yang secara illegal masuk melalui perairan Dabo Singkep Kepulauan Riau dan menguasai beberapa objek vital di daerah setempat, Sabtu (10/04/2021).

“Saya Perintahkan Daratkan Pasukan Pendarat, Saya Ulangi Daratkan Pasukan Pendarat, Tuhan Bersama Kita Menyerbu dari Laut,” pekik Panglima Komando Tugas Amfibi (Pangkogasfib).

Bersamaan dengan itu ratusan pasukan pendarat dan kendaraan tempur Korps Marinir dengan cepat dan gesit serta penuh percaya diri  satu persatu keluar dari mulut rampa Kapal Perang untuk melaksanakan  pendaratan Amfibi di pantai Todak Dabo Singkep sehingga dalam hitungan menit berhasil menumpas dan mengembalikan Pulau Dabo Singkep ke pangkuan Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI).

Sebelumnya terdengar beberapa kali dentuman dan tembakan bantuan dari beberapa Kapal Perang Republik Indonesia yaitu dari KRI Jhon Lie 358, KRI Teluk Ende 517, KRI Teluk Cirebon 543, KRI Teluk Sibolga 536, KRI Bung Tomo 357, KRI Tjiptadi 381, KRI Patimura 371, KRI Teuku Umar 385 serta bantuan tembakan dari atas pesawat untuk mengawal Pasukan Pendarat Korps Marinir bermanuver dari laut ke darata memasuki wilayah pantai Todak yang sudah dikuasai musuh.

Pertempuran sengit tersebut merupakan simulasi dari Prajurit Petarung Korps Marinir yang tergabung dalam Latihan Operasi Amfibi TNI Angkatan Laut Tahun 2021 yang dipusatkan di Pantai Todak Dabo Singkep Kepulauan Riau.

Latihan Operasi Amfibi tersebut  melibatkan 1200 personel, puluhan alutsista TNI AL mulai dari Kapal Perang Republik Indonesia, Pesawat Udara  dan Kendaraan Tempur Korps Marinir mulai dari BTR-50 PM, Tank BMP 3F serta Perahu Karet  dengan daerah latihan mulai dari Jakarta, Laut Jawa, Laut Natuna dan Pantai Todak Dabo Singkep Kepulauan Riau.

Petinggi TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr(Han). menyaksikan secara langsung Latihan pendaratan prajurit Koprs Marinir  dalam Latihan Operasi Amfibi Tahun 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Mabesal, Pejabat Utama Mako Kormar, Pangkotama TNI AL, Gubernur Kepulauan Riau, Wakapolda Kepulauan Riau, Wakil Bupati Lingga dan Forkopimda Kepulauan Riau serta Kabupaten Lingga. (*)