Konsorsium Patimban Bertekad Wujudkan ‘Multiplier Effect’ untuk Masyarakat

0
145
Pembangunan akses jalan di Patimban.

Jakarta (Samudranesia) – Genderang peresmian Pelambuhan Patimban telah ditabuh pada 20 Desember 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Pelabuhan yang terletak di Kabupaten Subang ini siap menjelma menjadi ‘World Connecting Port’ yang mampu mendongkrak perekonomian nasional.

Sehubungan dengan itu, PT CT Corp sebagai konsorsium operator Patimban yang telah meng-orkestrasi beberapa perusahaan di dalamnya siap bersinergi dengan Tanjung Priok untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Konsorsium operator yang terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia (CTII), PT U Connectivity Services, PT Terminal Petikemas Surabaya dan PT Indika Logistics & Support Services (ILSS), kini tengah menyiapkan langkah jitu untuk mencapai harapan besar di Patimban.

Terkait itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) yang juga Wakil Direktur Utama PT ILSS Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan bahwa Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang mengintegrasikan seluruh mata rantai pasok.

“Ini menjadi pelabuhan baru berskala internasional yang akan melengkapi Pelabuhan Internasional yang saat ini telah beroperasi. Patimban dapat menjadi bagian dari pelayanan transportasi dan logistik di Indonesia yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat secara umum,” ujar Yukki kepada Samudranesia, Rabu (13/1).

“Pelabuhan Patimban juga siap memberikan multiplier effect yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar Patimban dan Jawa Barat,” tambahnya.

Yukki yang juga didapuk sebagai juru bicara konsorsium ini menyebut lokasi Patimban yang lebih dekat dengan sentra industri antara Cirebon, Jakarta dan Bandung diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada efisiensi biaya logistik para pelaku industri di Jawa Barat.

“Kelancaran serta kemudahan aksesibilitas, diharapkan dapat mengurai kemacetan di wilayah Tanjung Priok. Patimban juga diharapkan dapat berfungsi sebagai back up outlet pelabuhan dan menurunkan tingkat kemacetan di DKI Jakarta dengan memindahkan sebagian lalu lintas angkutan berat ke luar wilayah Ibu Kota,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menugaskan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai operator. Konsorsium juga telah resmi ditetapkan oleh pemerintah sebagai pemenang tender proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha).

‘Penetapan pemenang proyek dengan skema KPBU ini memastikan konsorsium yang dipimpin oleh CTII dan ILSS akan bertindak sebagai pihak yang akan menjalankan operasi Pelabuhan Patimban sampai dengan berakhirnya kesepakatan masa konsesi,” bebernya.

Dengan demikian, konsorsium bertekad akan menyukseskan operasi pelabuhan dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna. Yukki yakin hal ini akan menambah trust para pelaku usaha kepada Pelabuhan Patimban.

Yukki menargetkan pada November 2021, fasilitas untuk pengoperasian kendaraan terminal sudah rampung yang kemudian akan dilanjutkan dengan penyelesaian terminal peti kemas.

“Terminal kontainer diperkirakan akan mulai dioperasikan oleh operator pada 2024, setelah pembangunan fasilitas infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya siap,” pungkasnya. (*)