Ketemu Chemistry-nya, Pertemuan Perdana KKP-Kommari langsung Kawinkan Program

1
762
MenKP Edhy Prabowo bersama Ketua Umum Kommari Henry Sutioso.

Jakarta (Samudranesia) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyambut hangat kehadiran Komunitas Maritim Indonesia (Kommari) di kantornya, Senin (11/11/2019). Mantan ketua Komisi IV DPR RI itu begitu sabar mendengar keluhan dari berbagai pengusaha dari anggota Kommari meski pokok persoalan yang disampaikan sudah berulang kali didengar dari pihak lagn sebelum menerima Kommari sebagai tamunya istimewanya kali ini. 

“Ini tugas eksekutif pertama saya sejak jadi orang Indonesia.  Sebelumnya dua periode di DPR RI, mungkin pengalaman saya tidak sebanyak bapak ibu mengelola laut Indonesia. Tapi saya akan berusaha untuk optimal dan maksmal membangun kekuatan laut kita menjadi kekuatan ekonomi, SDM, kedaulatan dan ketahanan negara,” ujar Edhy Prabowo mengawali perbincangan dengan Kommari. 

“Saya percaya Kommari merupakan stakeholder yang tidak kalah pentingnya, membuat sektor maritim kita menjadi kuat,” sambungnya lagi

Edhy mengaku sejak awal ditugaskan Presiden Jokowi, dia mendapat tugas, pertama  yakni diminta membangun komunikasi antara nelayan dengan pemerintah. Dalam hal ini nelayan perorangan, nelayan pengusaha, maupun pelaku pengambil keputusan di sektor perikanan seperti Komunitas dan asosiasi.

“Kadang-kadang nelayan dikonotasikan hanya sebagai penangkap ikan padahal penjual produk ikan di pasar juga nelayan sebenarnya,” seloroh Edhy. 

Tapi bagi Edhy definisi nelayan tidak menjadi masalah, namun yang masuk dalam fokus pemikirannya ialah bagaimana laut menjadi daya saing yang bagus. Termasuk membangun sektor budidaya perikanan yang ke depan harus dioptimalkan tidak saja menyerap tenaga kerja yang banyak juga untuk menyubang devisa negara dalam penguatan ekonomi bangsa. 

Sampai hari ke-20 menakhodai KKP terhitung sejak 23 Oktober lalu, Edhy memang banyak mendengar keluhan pendapat nelayan dan pengusaha. Baik memberikan saran, kritikan sampai protes atas berbagai kebijakan pemerintah sebelumnya yang dianggap menyulitkan dan menghambat nelayan dan pengusaha dalam berusaha. 

“Percayalah semua yang saya dengar tentunya juga lihat sendiri. Karena tidak sulit bagi saya karena sebelumnya saya juga sebagai Ketua Komisi IV yang tugasnya mengawal KKP juga sedikit banyak tahu persoalan. Tapi saya juga tidak mau gegabah harus melihat dari semua aspek. Saya berharap KKP bisa mengawinkan program dengan Kommari,” katanya seraya akan memberikan solusi atas semua permintaan nelayan dan pengusaha perikanan.

Edhy juga berharap para stakeholder untuk tidak jemu jemu melakukan komunikasi dua arah dengan KKP, karena itu sudah perintah dari Predisen. “Bapak ibu, kantor ini adalah rumah bapak ibu juga. Ini pertemuan pertama, kita akan banyak berkomunikasi di sini untuk sama-sama mencari solusi yang terbaik untuk hal hal yang masih menghambat. Kita akan banyak berkomunikasi lagi,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Kommari, Henry Sutioso mengaku sangat lega melihat respon Menteri Kelautan dan Perikanan yang begitu komunikatif. Dia pun mengaku semakin bersemangat mengawinkan berbagai program pemerintah yang dipaparkan oleh Menteri Edhy Prabowo.

“Kommari memang baru lahir Maret 2019, tapi kami melakukan kajian dan kegiatan konkrit. Kami siap bermitra dengan pemerintah dalam merealisasikan berbagai program yang melibatkan nelayan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan kemajuan industri perikanan kita,” ujar Henry.

Dia berharap penguatan ekonomi dari pesisir dengan mengandalkan tiga pilar kajian, kemitraan Sam kesejahteraan masyarakat maritim. 

“Apa yang disampaikan Pak MenKP Edhy sangat pas dengan visi Kommari tentang pemerataan potensi ekonomi maritim untuk kesejahtraan rakyat. Kehadiran Kommari bisa membantu bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkanny,” tandas Henry. (Ney)

1 COMMENT