Kasal Apresiasi Kesuksesan Awak KRI Hasanuddin-366 Dalam Misi Perdamaian

0
189
Dok Foto: Dispenal

Jakarta (Samudranesia) – Kesuksesan dan pengalaman dalam bertugas sebagai pasukan perdamaian dunia harus ditularkan kepada generasi penerus, demikian harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang disampaikannya saat mengunjungi KRI Sultan Hasanuddin-366  bertempat di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/5).

Kasal menambahkan pengalaman selama 16 bulan bertugas dan profesionalisme yang sudah  dimilki para ABK KRI Sultan Hasanuddin-366 harus ditempa terus menerus dan ditularkan kepada generasi berikutnya dalam bentuk pelatihan-pelatihan.

“Kalian yang sudah memiliki profesionalisme mengawaki KRI bertugas dalam misi perdamaian dunia, bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada generasi-generasi berikutnya,” ujar Kasal.

Kasal juga memerintahkan kepada ABK yang selesai misi di Lebanon ini untuk terus mempertahankan kondisi kapal perang yang saat ini siap tempur melalui perawatan-perawatan rutin dan berkala.

Selain itu, pemimpin TNI AL juga berpesan kepada para ABK untuk  segera menyesuaikan diri dengan kehidupan di tanah air, terutama terhadap masih tingginya kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

“Pertahankan terus kondisi kapal ini. Tetap laksanakan protokol kesehatan saat bertemu dengan para keluarga dan tetanggamu, karena pasti mereka akan datang berkunjung,” tegas Kasal.

Sementara itu, berkaitan dengan selesai misi internasional yang biasanya  para prajurit TNI AL ini mendapat tambahan finansial lebih, Kasal mengingatkan supaya bisa mempergunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Pandai-pandailah mengelola kesejahteraan finansial yang kalian peroleh selama penugasan, sehingga mampu memberikan nilai manfaat untuk keluarga besar kalian,” ungkap Kasal.

KRI Sultan Hasanuddin-366 yang dikomandani Letkol Laut (P) Ludfy, S.T., M.M.D.S., telah selesai mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kapal ini yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-L/UNIFIL bertugas  sejak Agustus 2019 hingga Mei 2021 dengan membawa prajurit TNI AL sebanyak 119 Prajurit yang terdiri dari 113 pengawak KRI, 1 Perwira Intelijen, 1 Perwira Psikologi, 1 Dokter Militer, 1 Perwira Penerangan, 1 Kopaska, dan 1 Penyelam TNI AL.

Kepulangan KRI Sultan Hasanuddin-366 ke tanah air dari Lebanon memakan waktu kurang lebih 30 hari dengan rute Lebanon, Portsaid – Mesir, Jeddah – Arab Saudi, Salalah – Oman, Srilanka – Colombo, Batam – Jakarta  hingga nantinya akan berakhir di Pangkalan Koarmada II Surabaya.

Kesuksesan Diplomasi Militer

Sebelum kunjungan Kasal dan Pejabat Utama TNI AL, para prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL mendapat tanda jasa Satya Lencana Santi Dharma yang diberikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Kasum TNI saat upacara penyambutan mengatakan TNI saat ini sedang meningkatkan diplomasi militer. Diplomasi militer yang kuat dibutuhkan dalam rangka mendukung diplomasi luar negeri guna memperkuat posisi Indonesia pada percaturan dunia internasional.

“Terlebih saat ini Indonesia dipercaya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Posisi ini memungkinkan kita berperan lebih aktif dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia,” ungkap Kasum TNI.

Menurutnya, tugas yang sudah dilaksanakan di bawah naungan PBB adalah tugas yang mulia dan membanggakan. Tugas sebagai diplomat TNI semacam itu sesungguhnya tidak hanya membawa nama baik negara dan memberi pengalaman secara individu.

“Apa yang telah didapat di medan penugasan harus dapat digunakan untuk meningkatkan keberhasilan misi berikutnya,” tegasnya.

Pada Upacara penerimaan Satgas MTF ini juga, Kasum TNI menyematkan Satya Lancana Santi Dharma kepada tiga orang prajurit TNI yang telah selesai melaksanakan tugas internasional sebagai Kontingen Garuda dan Military Observer. (*)