Kapal Malaysia lagi “Rajin” Curi Ikan dari Perairan Indonesia

0
447
Kapal Patroli Hiu 08 milik KKP mencegat Kapal Motor (KM) KHF 1923 (dok. Ditjen PSDKP)

Jakarta (Samudranesia)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan intensitas pengawasan perikanan di Selat Malaka. Kapal Malaysia paling sering melakukan pencurian.

“Semangat pantang menyerah jajaran kami lagi-lagi membuahkan hasil, satu lagi berhasil ditangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Malaysia,” tegas  Tb. Haeru Rahayu,  Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), KKP, melalui siaran pers, Rabu 18 November 2020.

Pada Selasa 17 November 2020, pukul 11.28 waktu setempat satuan petugas pengawasan perikanan dengan Kapal Patroli Hiu 08 milik KKP mencegat Kapal Motor (KM) KHF 1923 pada titik koordinat 03° 00,491′ Lintang Utara (LU) – 100° 43,318′ Bujur Timur (BT), sekitar perairan Selat Malaka.

Saat dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa nakhoda dan seluruh anak buah kapal berkebangsaan Myanmar. Kapal dan ABK kapal Malaysia ini digiring menuju satuan pengawasaan perikanan (Satwas) PSDKP Dumai.

Nakhoda KM.KHF 1923 dijerat dengan Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) dan Pasal 98 Jo pasal 42 ayat (2) Undang-Undang No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Penangkapan KIA illegal fishing di Selat Malaka sudah terjadi beberapa kali selama bulan Novemberb2020. Sebelumnya, satgas pengawasan perikanan Kapal Patroli  HIU 01 juga telah meringkus dua KIA berbendera Malaysia di Perairan ZEE Indonesia pada Selasa 10 November 2020. Penangkapan saat momen Hari Pahlawan tersebut dilakukan di Selat Malaka di titik koordinat 03° 10, 325′ Lintang Utara (LU) – 100° 30,318′ Bujur Timur (BT) dan titik 03° 13,615′ LU – 100° 37,008′ BT.

Kemudian pada Kamis 12 November 2020, Satgas 115 juga berhasil mengamankan KM SLFA 2668 yang dinakhodai O-Blo, berkewarganegaraan Myanmar, tengah menangkap ikan di dekat perairan Pulau Berhala, Sumatra Utara atau di koordinat 04° 15,800′ Lintang Selatan (LS) – 099° 41,600′ Bujur Timur (BT).

“Penangkapan-penangkapan  ini menunjukkan komitmen kuat KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan nasional,” tegas Tebe.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fachrulsyah menyebut jika intensitas operasi perikanan di selat Malaka memang sedang ditingkatkan oleh pihak. Aktivitas ini dilakukan setelah pihaknya banyak  menerima informasi dari nelayan dan hasil overlay data yang disampaikan ke Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP tentang keberadaan kapal asing yang masih mencuri ikan di Selat Malak, termasuk Kapal Malaysia. “Kami tindaklanjuti informasi dan data pemantauan tersebut”, ujar Andri.

Selama Edhy Prabowo menjabat sebagai menteri, KKP sudah menangkap 18 Kapal Malaysia pencuri ikan dari total 62 KIA illegal yang berhasil diamankan.