Jabat Menteri KP, Trenggono Bakal Banyak ‘Cuci Piring Kotor’

0
427
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono memiliki tugas berat benahi sektor kelautan dan perikanan.

Jakarta (Samudranesia) – Gonjang-ganjing siapa Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) pengganti Edhy Prabowo terjawab sudah sore ini. Baru saja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, (22/12).

Beberapa nama yang diumumkan oleh Jokowi untuk mengisi jabatan Menteri Kabinet Indonesia Maju antara lain ialah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial menggantikan Julianri Batubara, Sandiaga Uno sebagai Menparekraf menggantikan Wishnutama Kusubadio, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menkes menggantikan Dr Terawan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menag menggantikan Farchrul Razi, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri KP menggantikan Edhy Prabowo dan Muhammad Lutfi sebagai Mendag menggantikan Agus Suparmanto.

Sosok Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya memang tengah didengungkan sebagai calon kuat menteri definitif pengganti Menteri KP Ad Interim Syahrul Yasin Limpo. Beberapa hari sebelumnya, Bendahara Umum TKN Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 ini sudah marak di media.

Pria kelahiran Semarang, 3 November 1962 itu merupakan lulusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung tahun 1986. Setelah itu dia malang melintang di berbagai bisnis dan usaha hingga akhirnya mengantarkan dirinya sebagai salah satu pengusaha tersukses di bisnis menara.

Pada 2019, Trenggono diangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto. Sepak terjangnya termasuk moncer memimpin kementerian ini dalam pengembangan industri pertahanan.

Trenggono baru terjun ke bisnis kelautan setelah menjadi Komisaris Utama di PT Agro Industri Nasional (Agrinas), yang merupakan salah satu perusahaan pengekspor benih lobster di era Menteri Edhy Prabowo. Di sana duduk juga Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono dan Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Sudaryono sebagai komisaris di Agrinas.

Naiknya Trenggono tentu membawa harapan baru yang baik dalam kemajuan dunia kelautan dan perikanan kita. Kendati tidak memiliki basic yang mencukupi di sektor kelautan-perikanan, namun sejumlah pihak tetap optimis menteri pilihan Presiden.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengucapkan selamat atas terpilihnya Wahyu Trenggono sebagai Menteri KP. Abdi menilai banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh menteri KP baru.

Di sisi lain, kementerian ini banyak disorot oleh publik pasca ditetapkannya Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster.

“Semoga beliau (Trenggono) cepat belajar dan adaptasi dengan sistem di KKP. Tugasnya berat karena harus cuci piring kotor,” ujar Abdi kepada Samudranesia, Selasa (22/12).

Saat ini ada dua dirjen setingkat eselon satu yang masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt). Abdi mengimbau agar menteri baru segera menunjuk dirjen baru definitif agar program-program yang telah dicanangkan dapat terealisasi.

“Perlu cepat mengenali program prioritas dan membentuk tim kerja eselon 1 ke bawah yang tangguh agar dapat melaksanakan program kerjanya sebagai Menteri,” tegas Abdi.

“Beliau mesti segera mengisi 3 jabatan eselon 1 yang kosong agar ditempati oleh pejabat yang kredibel dan kompeten. Dalam 100 hari mesti sudah bisa tunjukan kerja cepat untuk benahi KKP,” tandasnya. (*)