Investor Asing Siap Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Indonesia

0
226
Kendaraan Bermotor Listrik. Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Pemerintah memperkuat komitmen untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), beserta infrastruktur pendukungnya. Banyak investor asing yang siap mendukung pengembangan itu di Indonesia.

Investasi merupakan dukungan tahap pertama dalam mengembangkan KBLBB nasional. Pengembangan tersebut, menurut Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake dilaksanakan melalui berbagai tahapan.

“Pemerintah sangat berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai. Pemerintah berharap ini menjadi pilihan utama, tetapi memang harus bertahap, dengan terus memberikan dukungan penuh,” ujarnya saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi nasional, Senin (5/10/2020).

Bentuk dukungan yang diberikan, menurut Plt Deputi Ayodhia, antara lain; dengan memberikan insentif khusus kepada pabrikan atau industri yang mengembangkan KBLBB, dan terus mendorong pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Sudah ada investor asing yang  membangun industrinya skala besarnya di Indonesia, kita pun, setahap demi setahap akan mengganti kendaraan dinas menjadi kendaraan listrik berbasis baterai. Beberapa Pemerintah Daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI, Bali, Jawa Barat. Seperti Pemprov DKI, yang tidak mengenakan/membebaskan biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk KBLBB.,” jelasnya.

Adapun, mulai 1 Oktober 2020, Bank Indonesia (BI) membebaskan uang muka untuk kendaraan yang bewawasan lingkungan, yaitu KBLBB. Menurut BI kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian.

Pemerintah juga akan memasukkan kendaraan listrik berbasis baterai ke dalam e-catalogue. Selain juga dengan adanya perusahaan transportasi online dan perusahaan taksi nasional yang menggunakan KBLBB sebagai bagian dari armadanya.

Selain produsen otomotif besar asal Korea Selatan, Hyundai yang berinvestasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Pemerintah melalui Menko Marves Luhut B. Pandjaitan juga terus berkomunikasi dengan pabrikan otomotif besar asal Jerman dan juga Tesla.

“Khusus untuk Tesla, pihak Tesla secara informal sudah menghubungi pak Menko Luhut, tetapi ini masih penjajagan awal dan belum terlalu detail. Kita perlu diskusi lebih lanjut bersama pihak Tesla,” pungkas Plt Deputi Ayodhia.

Terkait kendaraan listrik berbasis baterai yang direncanakan menjadi kendaraan dinas Kementerian/Lembaga/BUMN/D, maka diperlukan Surat Edaran dari institusi terkait, dan ditargetkan mulai tahun 2021 hingga tahun 2024 sudah terwujud. Sementara, kendaraan listrik berbasis baterai roda dua produksi dalam negeri sudah masuk ke dalam e – catalogue inovasi. (Tyo)