Ini Strategi Terminal Teluk Lamong Capai Laba Optimal Tahun 2021

0
242
Terminal Teluk Lamong.

Surabaya (Samudranesia) – Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur menatap tahun 2021 dengan penuh optimis. Hal itu dikarenakan catatan positif atas hasil kinerjanya di tahun 2020 kemarin yang secara umum mengalami peningkatan meski sedang berada dalam masa pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, Faruq Hidayat, catatan positif itu terlihat dari angka trafik kapal yang sandar, angkutan peti kemas, curah kering pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Atas dasar itulah pihak manajemen Terminal Teluk Lamong memiliki spirit untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2021 ini.

“Kinerja PT Terminal Teluk Lamong tahun 2020 dapat dinilai sangat luar biasa dengan mampu bertahan dan membukukan laba di atas target perusahaan meski di tengah pandemi Covid-19,” kata Faruq Hidayat, Selasa (2/2/2021).

Guna merealisasikan target tahun ini, Faruq Hidayat mengambil beberapa kebijakan untuk mendongkrak bisnis kepelabuhanan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang telah terjadi hampir setahun terakhir.

“Pada sisi harga dan pembayaran, kami akan memberikan perpanjangan waktu pembayaran tagihan pelayanan jasa kapal dan menunda proses penyesuaian harga bongkar curah kering,” ucapnya.

Selain itu kebijakan terkait perpanjangan waktu penumpukan petikemas import juga diberlakukan. Pada peti kemas empty waktu penumpukan di dalam pelabuhan akan diperpanjang dari 3 hari menjadi 7 hari. Sedang untuk petikemas bermuatan waktunya juga diperpanjang dari 3 hari menjadi 5 hari.

“Melalui kinerja positif pada tahun 2020, kami berharap Terminal Teluk Lamong dapat terus meningkatkan kinerja ditahun-tahun selanjutnya. Strategi pemasaran, leadership, operasi prima dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan menjadi kunci utama bagi pencapaian kinerja yang positif Terminal Teluk Lamong,” ujar Faruq.

Dia juga menambahkan bahwa Terminal Teluk Lamong akan terus menjaga layanan operasional selama 24 jam dalam 7 hari sebagai wujud komitmen Terminal Teluk Lamong dalam menjaga kelancaran logistik di Indonesia.

Sementara itu Direktur Operasi dan Teknik Terminal Teluk Lamong, Warsilan menjelaskan, berdasarkan catatan trafik kapal, baik kapal peti kemas maupun curah kering mengalami peningkatan. Di antaranya untuk trafik kapal yang sandar di Terminal Teluk Lamong hingga bulan Desember 2020 tercatat sebanyak 1.178 unit  dengan total berat 17.222.455 Gross Ton (GT).

“Jumlah tersebut naik 7 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sebanyak 1.105 unit dengan total berat 16.786.524 GT,” jelas Warsilan.

Sedangkan untuk trafik kapal peti kemas juga mengalami kenaikan sebesar 7 persen dari 1.029 unit (13.540.737 GT) menjadi 1.101 unit (13.941.759 GT) pada tahun 2020. Jumlah tersebut didominasi oleh kapal domestik yang meningkat 19 persen dibanding tahun lalu.

“Tahun 2019 kedatangan kapal domestik mencapai  753 unit (6.020.436 GT) naik menjadi 840 unit (7.176.668 GT) pada 2020,” terangnya.

Kemudian kenaikan serupa juga tercatat di trafik kapal curah kering sebesar 1 persen dibanding tahun 2019. Pada tahun 2019 tercatat ada 76 unit (3.245.787 GT) naik menjadi 77 unit kapal (3.280.696) GT di tahun 2020. Peningkatan jumlah kapal yang sandar menunjukkan kinerja TTL yang tetap prima di tengah pandemi.

Warsilan melanjutkan jika kenaikan jumlah kapal yang sandar di Terminal Teluk Lamong menunjukkan stabilitas perekonomian nasional sebab arus kapal di Terminal Teluk Lamong selama ini masih didominasi oleh kapal domestik.

Warsilan juga membeberkan untuk tahun 2020 jumlah muatan memang terjadi penurunan muatan kapal petikemas dan curah kering. Jika dibanding tahun 2019, arus petikemas tahun 2020 mengalami penurunan 5 persen menjadi 678.208 TEUs.

Penurunan terjadi akibat jumlah peti kemas internasional yang turun 13 persen menjadi 296.896 TEUs dari 372.936 TEUs pada tahun 2019. Jumlah muatan petikemas domestik tahun 2020 tercatat naik 2 persen menjadi 381.312 TEUs dibandingkan dengan 2019 yang hanya 372.936 TEUs. Senada dengan jumlah muatan peti kemas, arus curah kering hingga Desember 2020 turun 3 persen menjadi 2.787.182 Ton dibandingkan dengan tahun 2019.

“Pandemi memang mempengaruhi proses produksi barang di beberapa kota dan negara. Sehingga proses pergerakan barang di pelabuhan juga mengalami perubahan pola yang berdampak pada kinerja pelabuhan,” bebernya.

Sementara penurunan drastis terjadi pada arus barang internasional. Hal itu dikarenakan mayoritas kapal dan barang yang masuk ke Terminal Teluk Lamong berasal dari Asia Timur, salah satunya Cina, negara yang mengalami pandemi Covid-19 pertama di dunia.

“Pasokan barang dari dan ke negara China sempat terhenti. Hal ini mempengaruhi jumlah barang yang masuk dan keluar dari Indonesia,” ungkap Warsilan.

Dengan berbagai kendala itu manajemen Terminal Teluk Lamong memasuki tahun 2021 terus berusaha dengan berbagai macam strategi guna meningkatkan produktivitas dengan cara beradaptasi dan berinovasi.

Apalagi secara Infrastruktur maupun teknologi yang kini dimiliki oleh Terminal Teluk Lamong sudah sangat mumpuni untuk melayani kapal domestik maupun kapal internasional sehingga sejauh ini dapat berperan dalam memajukan industri maritim nasional.

“Terminal Teluk Lamong akan berupaya terus meningkatkan kinerjanya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memudahkan itikad baik ini dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” harap Warsilan. (Sah)