Industri Wisata Kapal Pesiar Masih Terhambat Masalah

0
1462
Image by skeeze on Pixabay

Penang – Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pelayaran, Perikanan, dan Pariwisata,  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Rahman Hidayat, mebgungkapkan jika sejumlah masalah masih menjadi hambatan bagi pengembangan wisata kapal pesiar di Indonesia.

Menurut Rahman sedikitnya ada tiga faktor utama yang menjadi hambatan tersebut. Pertama,  minimnya infrastruktur penunjang. Mulai dari kondisi pelabuhan pelabuhan yang sangat terbatas dan tidak memenuhi standar kapal wisata, seperti perihal kedalaman alur navigasi, kolam labuh, area putar, tempat sandar, terminal penumpang, dan lain-lain.

Kedua, masalah tarif pelabuhan mulai dari biaya sandar, biaya jasa pandu laut, biaya jasa charge pelabuhan, seperti air bersih, bahan bakar, dan lainnya yang masih memiliki tarif dirasa cukup mahal dibandingkan negara tetangga lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan lainnya. “Ketiga adalah regulasi atau peraturan yang tidak konsisten dan belum sinkron di antara para pihak pengambil kebijakan terkait dibidang pelayanan untuk kapal Cruise,” ujar Rahman yang juga Ketua Task Force Cruise.

Namun, menurut Rahman, pemerintah telah berusaha untuk mengatasi semua masalah tersebut. “Ini kita kawal sebaik mungkin. Kami juga perlu adanya masukan dari berbagai pihak seperti praktisi bisnis cruise maupun dari operator pelabuhan sehingga kendala-kendala yang ada bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan membuka jalur kapal pesiar Penang-Belawan. Menurutnya, Penang Port selama ini menjadi pelabuhan hub terbesar kedua setelah Singapura, untuk kawasan Asia Tenggara. Pengembangan jalur kapal pesiar Penang-Belawan diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta medorong perekonomian daerah.

“Kita semua harus bekerja bersama-sama untuk mendukung pertumbuhan jumlah kunjungan cruise ke wilayah Sumatera Utara,” ujar Rahman di sela-sela kunjungannya ke Penang Port, Selasa 5 Maret 2019.

Dalam kunjungan tersebut Task Force Cruise mengajak Pelindo I untuk melakukan benchmarking ke Terminal Cruise Penang Port, Malaysia, dalam rangka melihat langsung operasional pengelolaan pelabuhan cruise dan kondisi infrastrukturnya, kunjungan yang diinisiasi oleh Pelindo 1 ini bertujuan untuk mewujudkan rencana kerja sama dengan Penang Port.

Kunjungan ini sendiri merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengembangan Potensi Jalur Cruise dan Ferry Penang – Belawan, yang diadakan satu hari sebelumnya. Selain tinjauan lokasi, Task Force Cruise dan Pelindo I juga melakukan audiensi dengan Konjen RI di Penang, Malaysia.

Rahman berharap pihak Pelindo I untuk mengeluarkan kebijakan atau regulasi untuk menjalankan bisnis wisata kapal pesiar di Pelabuhan Belawan-Penang ini sembari melakukan penyempurnaan-penyempurnaan yang sedang dilakukan. “Mungkin dengan kebijakan internal (Pelindo I), bagaimana bisnis ini jalan dulu, apakah Ferry, kapal pesiarnya jalan dulu. Nanti kami bantu sambil jalan,” tutupnya.