Indonesia Asah Kemampuan Tanggulangi Tumpahan Minyak di Laut

0
346
Latihan penaggulangan tumpahan minyak di Marpolex 2020.

Jakarta (Samudranesia) – Menjadi negara yang menerapkan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Lombok, Indonesia memiliki kewajiban untuk melaksanakan keselamatan pelayaran dan menjaga kelestarian lingkungan laut.

Terkait itu, Kementerian Perhubungan menggelar latihan penanggulangan tumpahan minyak di Laut atau Marine Pollution Exercise (Marpolex) untuk memperkuat koordinasi antar instansi terkait dalam rangka penanggulangan tumpahan minyak dalam skala lokal, daerah dan nasional.

Marpolex Nasional tahun 2020 digelar di Lampung pada Senin (30/11), yang dibuka secara virtual oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Provinsi Lampung merupakan kawasan strategis yang terletak di dekat Selat Sunda yang telah ditetapkan IMO sebagai kawasan perairan dengan Traffic Separation Scheme (TSS) pada tanggal 1 Juli 2020. Jadi kami ingin menguji kesiapan personel dan peralatan penanggulangan pencemaran di perairan khususnya sebagai lokasi perbantuan apabila terjadi musibah pelayaran di kawasan TSS Selat Sunda,” jelas Menhub Budi Karya.

Menhub menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada para pemerintah daerah Lampung serta stakeholder terkait atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berharap agar pelatihan ini dapat memberikan rasa aman terhadap pergerakan di laut Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada stakeholder, khususnya Bapak Gubernur dan Pemda Lampung yang memberikan kesempatan untuk diselenggarakan kegiatan ini. Saya juga berterima kasih kepada semua yang hadir, semoga apa yang kita lakukan bermakna dan memberikan rasa aman terhadap pergerakan Kapal di laut Indonesia,” pungkas Menhub.

Pelaksanaan Marpolex yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim dan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut.

Pada tahun genap mulai dari 2016, 2018, 2020, Marpolex diselenggarakan dalam skala Nasional, sedangkan Marpolex dengan skala Regional diselenggarakan setiap tahun ganjil (2017, 2019, 2021) bersama dengan Philippine Coast Guard dan Japan Coast Guard. Pada tahun 2019 lalu, telah diadakan Marpolex Regional di Davao, Filipina dimana Indonesia mengirimkan 3 Kapal Negara Kelas I untuk mengikuti latihan bersama.

Latihan Marpolex Nasional 2020 diikuti oleh unsur dari Ditjen Perhubungan Laut, Pemerintah Provinsi Lampung, Pangkalan TNI Angkatan Laut Lampung, BASARNAS Lampung, Polair Polda Lampung, SKK Migas, PT. Pertamina (Persero), PT. Pelindo II Cabang Panjang, dan Stakeholder lokal.

Kapal-kapal yang terlibat dalam pelatihan Marpolex 2020 ini diantaranya adalah KN. Trisula, KN. Kalimasada, KN. Chundamani, KN. Jembio, KN. 336, RIB Basarnas 1, RIB Trisula, TB. Leopard, TB. Legundi 3, armada Kantor Kesehatan Pelabuhan, MT. Pasaman, Searider TNI AL, KP. Polair dan RIB Pertamina. Peserta yang mengikuti Marpolex Nasional tahun ini berjumlah kurang lebih 300 orang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan bersama dengan seluruh unsur yang terlibat menggelar Table Top Exercise di Lampung. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad menyampaikan kegiatan Table Top Exercise ini merupakan salah satu rangkaian persiapan yang dilakukan sebelum Marpolex dilaksanakan.

Dalam kegiatan Table Top Exercise ini, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai yang diwakili oleh Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Een Nuraini Saidah, mengatakan bahwa latihan nasional ini sebagai aksi penanggulangan tumpahan minyak.

“Tahun 2020 ini bertujuan untuk menguji coba dan mengevaluasi prosedur penanggulangan tumpahan minyak serta menguji coba dan mengevaluasi kemampuan dalam penanggulangan tumpahan minyak,” ucap Een.