Implementasikan MBKM dengan Baik, Politeknik Bumi Akpelni Peroleh Trophy ‘Astha Udra’

0
313
Direktur Politeknik Bumi Akpelni, Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si. (tengah) memperoleh penghargaan dari (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah.

Semarang (Samudranesia) – Politeknik Bumi Akpelni dinobatkan sebagai Terbaik 2 untuk kategori Politeknik dan Sekolah Tinggi pada Anugerah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan Trophy Astha Udhra yang melambangkan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) MBKM untuk mengantarkan mahasiswa menjadi SDM unggul. Trophy dan Sertifikat diserahkan oleh Kepala LLDikti VI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Zainuri, DEA. didampingi Sekretaris LLDikti VI, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. dan diterima  langsung oleh Direktur Politeknik Bumi Akpelni, Capt. Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si. pada kegiatan yang digelar secara hibrid dengan protokol kesehatan yang ketat, Senin (23/8).

MBKM merupakan kebijakan Kemendikbud Ristek yang menyiapkan lulusan agar mampu menjawab perubahan jaman dan memiliki spirit kebangsaan. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Politeknik Bumi Akpelni telah mengimplementasikan MBKM melalui Keputusan Direktur No.017a/PBA/I.III/2020 dengan menekankan pencapaian 8 IKU yakni: 1) Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak; 2) Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus; 3) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus; 4) Praktisi Mengajar di Dalam Kampus; 5) Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat atau Mendapat Rekognisi Internasional; 6) Kerja sama dengan Mitra Kelas Dunia; 7) Kelas Kolaboratif dan Partisipatif; 8) Program Studi Internasional.

Seluruh 8 IKU MBKM tersebut telah dicapai oleh Politeknik Bumi Akpelni sebagai pendidikan tinggi vokasi kemaritiman dan dipertanggungjawabkan dalam laporan resmi secara online melalui sistem yang telah ditetapkan oleh LLDikti VI.

“Sebagai pendidikan vokasi sesungguhnya MBKM bukan hal asing bagi kami, tetapi sejak digulirkan Kemdikbudristek maka kami sangat concern pada IKU 2 dengan membuka peluang mahasiswa mendapatkan pembelajaran melalui berbagai kegiatan di luar kampus seperti kunjungan industri dan study on board, Praktik Darat di perusahaan/ pelabuhan selama 1 semester dan Praktik Laut di kapal selama 2 semester yang mendapat pengakuan SKS,” ujar Capt. Cahya Fajar kepada Samudranesia, Selasa (24/8).

Selain itu juga ada penelitian bersama dosen pembimbing, proyek kemanusiaan selama pandemi maupun bencana alam, proyek desa binaan, serta pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Harapannya dengan mengimplementasikan MBKM ini, maka lulusan Politeknik Bumi Akpelni akan memenuhi tuntutan industri sehingga konsep plug and play yang diharapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dapat tercapai,” tambahnya.

Turut memberikan sambutan secara virtual pada acara ini, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. Rangkaian Anugerah MBKM dimulai dari Sosialisasi pada tanggal 30 Juni 2021, dilanjutkan Pendampingan Pelaporan pada tanggal 23 Juli 2021.

Politeknik Bumi Akpelni kemudian diundang untuk Validasi Nominator pada tanggal 12 Agustus 2021 hingga akhirnya ditetapkan sebagai Terbaik 2 untuk Kategori Politeknik dan Sekolah Tinggi.

“Implementasi MBKM ini merupakan wujud nyata komitmen Politeknik Bumi Akpelni dalam mencetak lulusan yang berkarakter unggul dan memiliki kompetensi di bidangnya sehingga mampu bersaing di kancah internasional dan menegakkan kejayaan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat sebagai Poros Maritim Dunia. Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia,” pungkasnya. (*)