Ikan Papuyu Jadi Andalan ‘Food Estate’ Kabupaten Pulang Pisau

0
485
Penebaran 1 juta benih ikan papuyu di Pulang Pisang. Dok Foto: Humas BBAT Mandiangin

Pulang Pisau (Samudranesia) – Pengembangan food estate merupakan salah satu program prioritas nasional yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Langkah tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional terutama di era pandemi Covid-19 ini.

Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah turut menjadi daerah yang dikembangkan sebagai lokasi food estate. Daerah ini begitu potensial dalam pengembangan budidaya ikan air tawar.

Untuk itu, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, salah satu unit pelaksana teknis pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, melakukan penebaran 1 juta benih ekor ikan papuyu di saluran irigasi sekunder dan tersier yang ada di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Bantu. 

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Dinas Kabupaten Pulang Pisau, BPTB Banjarbaru Kementan, BBWS wilayah Kalimantan IV Kementerian PUPR, dan pemerintah kecamatan serta desa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, Darliansyah menyampaikan apresiasi kepada KKP yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan food estate di Pulang Pisau karena memiliki potensi perairan dan perkolaman juga sangat luas. 

“Sinergisitas program-program seperti ini perlu lebih ditingkatkan ke depan, sehingga pencapaian tujuan food estate sebagaimana yang diharapkan bapak presiden akan dapat segera terealisasi,” ucapnya. 

Dia juga berharap agar masyarakat dapat mengelola ikan yang ditebar ini secara baik terutama dengan tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan cara yang tidak ramah lingkungan . 

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto menyampaikan bahwa kegiatan restoking dan penebaran benih ikan lokal merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian KKP dalam mendukung pengembangan kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan plasma nutfah ikan  lokal yang ada di kawasan food estate sehingga bisa menambah penyediaan suplai protein ikan bagi masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat selain kegiatan budidaya padi yang sudah dilakukan masyarakat,” imbuh Slamet. 

Dia menyampaikan bahwa ke depan, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya akan bersinergi dengan sektor lain dalam pengembangan food estate melalui alokasi  program-program unggulan di kawasan food estate

Sementara itu, Kepala BPBAT Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura menyampaikan bahwa ikan papuyu merupakan ikan lokal endemik yang sesuai dengan kondisi perairan yang ada di Desa Belanti Siam yang memiliki tingkat keasaman air dan DO yang rendah. Saat ini keberadaan stok ikan papuyu di alam sudah sangat berkurang akibat adanya aktivitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan. 

“Ikan papuyu  memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena permintaan dan harganya yang cukup tinggi. Sehingga dengan adanya penebaran ikan ini akan dapat meningkatkan stok ikan di alam dan membantu masyarakat dalam  pemenuhan kebutuhan konsumsi protein dan sumber alternatif pendapatan masyarakat,” jelas Andy Artha.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Belanti Siam, Amin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah atas adanya kegiatan penebaran benih ikan papuyu ini. Dia yakin bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di desanya. Ke depan dia berharap bahwa ada program program lanjutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dilakukan di lokasi food estate Pulang Pisau. (Ney)