Himapikani Distribusikan Sembako Untuk Korban Banjir Bandang Parigi Moutong

0
207
Dok Foto: Himapikani

Parigi Moutong (Samudranesia) – Bencana banjir bandang yang melanda Desa Olobaru, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terjadi pada tanggal 14 Juli 2021 mengakibatkan kerusakan yang luar biasa.  Sebanyak 17 rumah warga hanyut dan JalanTrans Sulawesi mengalami kerusakan parah yang disebabkan oleh arus air yang sangat kuat.

Banjir bandang juga mengakibatkan sekitar 117 warga di Desa Olobaru mengungsi sampai saat ini. Terkait itu, Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) sebagai organisasi besar yang memiliki 7 wilayah kerja, salah satunya di Wilayah 6 tepatnya di daerah Sulawesi, turut hadir membantu korban banjir bandang tersebut.

Perwakilan Himapikani yakni Idris mengatakan bahwa kehadiran organisasinya dalam membantu korban banjir bandang di Parigi Moutong adalah langkah konkrit dalam mengejewantahkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian ke masyarakat.

Selain itu juga ditambahkan pula oleh Rozali, salah satu mahasiswa Madako Toli toli menyampaikan bantuan yang diberikan hari ini merupakan upaya solidaritas kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara yang ada di Parigi Moutong, yang sedang mengalami kesusahan.

Selain itu Koordinator Wilayah VI yakni Irjang dan Sekretaris Jenderal Himapikani Jan Tuheteu menyambut baik bantuan yang telah diberikan oleh perwakilannya di daerah Sulawesi.

“Himapikani adalah organisasi besar dengan relasi yang luas, oleh karena itu Himapikani harus berperan seabagai prime mover dalam penyelesain masalah yang sedang terjadi, entah di sektor perikanan maupun permasalahan umum seperti yang terjadi Parigi Moutong,” kata Sekjen Himapikani Jan Tuheteu kepada Samudranesia, Selasa (3/8). 

Ia berharap dengan adanya bantuan yang telah diberikan dapat mengurangi dan meringankan beban yang sedang dipikul oleh korban banjir bandang di kabupaten Parigi Moutong.

“Pemerintah pusat dan daerah juga harus proaktif menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Kolaborasi masif perlu ditingkatkan sehingga persoalan yang ada dapat ditanggulangi secara bersama dan akan lebih mudah dalam penyelesaiannya. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” pungkasnya. (*)