Hebatnya Mahluk Kecil yang Buta Bangun Rumah Raksasa

0
508
Rumah raya atau musamus Dok. apakabaronline.com

Merauke (Samudranesia) – Mahluknya memang imut banget, ukuran tubuhnya aja gak lebih dari 5 mm. Lalu,hidupnya berkelompok, dipimpin oleh seekor ratu. Dan, uniknya mereka sebenarnya gak bisa melihat loh, alias buta. Tapi anehnya, dengan kondisi fisik seperti itu mereka mampu membangun rumah. Yang bikin kagum lagi, ukuran rumahnya super gede alias raksasa. Nah, mahluk imut itu adalah rayap dari spesies rayap tanah atau Nasutitermes triodiae.

Spesies rayap tanah ini sangat banyak ditemukan di tanah Papua, khususnya di Merauke. Dan, rumah yang mereka bangun, masyarakat setempat menyebutnya rumah rayap atau musamus. Tidak seperti kebanyakan rayap yang membuat rumahnya pada batang kayu, jenis rayap pemakan tumbuhan ini malah tidak. Mereka membangun rumah di atas tanah, mirip rumah manusia. Ukuran rumah rayap itu boleh dibilang sangat tinggi, mencapai 5 m. Jelas, ukuran rumah yang terbilang raksasa buat ukuran mahluk imut seperti rayap ini.

Bukan cuma itu, rumah rayap punya kekuatan yang luar biasa. Sangat kokoh, bahkan konon mampu bertahan hingga puluhan tahun lamanya loh. Hal yang bikin kagum lagi, rayap yang buta ini bisa membuat rumah dengan dilengkapi sistem ventilasi, bahkan juga memiliki ruang-ruang di dalamnya, sesuai fungsinya. Lalu, secara keseluruhan, jika diamati dengan seksama, akan nampak bentuk rumah rayap ini mengerucut pada bagian atas dan membesar pada bagian bawah. Bagian bawahnya membulat dan ditopang oleh tiang-tiang penyangga. Menyerupai lembaran atau bentuk sisi luar dari buah belimbing yang melekat pada bangunan utama.

Rumah rayap yang sepintas mirip Candi Prambanan ini dibuat dari pasir kuarsa, tanah liat, dan lumpur. Perekatnya, kotoran dan air liurnya sendiri. Lantas, di mana saja sih rumah rayap bisa dijumpai? Gak banyak. Cuma di daerah vegetasi Eucalyptus dan hutan dataran rendah Merauke. Di luar itu, bisa juga ditemukan di Benua Australia bagian utara.

Hal unik lain dari jenis rayap ini yang perlu dicatat adalah dari pola makannya. Biasanya mereka selalu memberi makanan bercampur mikro organisme ke rayap lain. Atau, istilahnya proses proctodeal trophallaxis. Proses mengeluarkan kotoran plus mikroba lewat anus, lalu dimakan rayap lain di belakangnya. Satu lagi, rayap ini juga sangat mengandalkan bakteri simbiosis dari protozoa. Tujuannya, buat membantu mencerna selulosa tumbuhan yang merupakan makanannya. (guss)