Genjot PDB, Pemerintah akan Buka ‘Travel Bubble’ untuk 4 Negara Ini

0
261

Foto: Turis asal China di Bali/Net

Jakarta (Samudranesia) – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan pernah menyatakan, perlu ada upaya untuk pemulihan serta meningkatkan sektor pariwisata, khususnya upaya peningkatan kontribusi dari turis domestik, yang awalnya 50 persen menjadi 70 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo RM Manuhutu lantas menjelaskan arahan Menko Luhut tersebut, menurutnya karena banyak negara di dunia, antara lain negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, sekitar 70 persen PDB diperoleh dari turis domestik. Dan ada pula data menarik, dimana di negara seperti Brazil, Tiongkok, dan India, kontribusinya mencapai 90 persen.

Ia juga menambahkan, hal itu juga berdasarkan karena, sektor pariwisata di masa pandemi ini memang mengalami kemunduran yang sangat tajam dan berdampak pada rendahnya penerimaan devisa negara dan anjloknya perekonomian masyarakat.

“Arahan Menko Luhut pada saat Ratas beberapa waktu lalu, beliau menegaskan bahwa turis domestik inilah yang mendorong dan menopang sektor pariwisata. Indonesia sendiri sebesar 54-56 persen ditopang oleh turis domestik dan sisanya dari mancanegara,” ujar Deputi Odo saat konferensi pers virtual dengan awak media, via video conference, pada Jumat (12/6/2020).

Kemudian, bersama dengan Kemenlu, Kemenko Marves pun tengah merancang Pembukaan Perjalanan Wisata atau Travel Bubble guna mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Kami juga sedang merancang Travel Bubble untuk 4 negara, yaitu RRT, Korsel, Jepang, dan Australia. Dimana sebagai langkah awal kita buka dulu dengan 4 negara dan menyusul untuk negara lain, tentu saja Protokol Kesehatan adalah aspek utama. Persyaratan untuk wisatawan yang akan datang ke Indonesia juga sedang kita godok bersama Kemenlu dan k/l terkait lainnya, salah satu yang akan kita dorong adalah baik wisman maupun domestik wajib menggunakan aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC),” tambahnya.

Deputi Odo lalu menjelaskan, pemerintah pun tengah mendorong sektor quality tourism, atau destinasi wisata, SDM pariwisata, dan atraksinya yang lebih berkualitas.

“Karena menurut Travel and Tourism Index bahwasanya kita harus lebih memperhatikan kebersihan dari setiap destinasi wisata, dan harus dikembangkan lebih baik lagi. Untuk itulah, Kemenko Marves bersama dengan Kemenparekraf, KLHK, dan Kemen PUPR yang berada di bawah koordinasinya, akan mengembangkan program CHS atau Clean, Hygiene, and Safety, kami juga akan bersinergi dengan Kemen BUMN dan k/l terkait lainya, sebab ini adalah kerja terintegrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deputi Odo juga mengungkapkan, bahwa Kemenko Marves dan Kemenparekraf tengah merancang program program In City Activation di Pemda Tingkat I dan II.

“Karena saat ini ada kecenderungan masyarakat lebih memilih berlibur di destinasi wisata yang ada di dekat wilayahnya. Dalam program ini Pemda diharapkan akan mendukung, semisal promosi penawaran paket wisata yang sifatnya In City. Tentu saja, Protokol Kesehatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Menjawab salah satu pertanyaan dari wartawan, perihal kejelasan tentang rencana Indonesia untuk menggelar ajang bergengsi Moto GP pada tahun 2021 mendatang, Deputi Odo menjamin, bahwasanya rencana tersebut tetap berjalan dan tidak ada perubahan.

“Terkait pengembangan Mandalika, ini juga terkait rencana gelaran Moto GP 2021 yang akan tetap berjalan sesuai track-nya. Kabar terakhir, sudah banyak interest dari wisatawan berbagai negara untuk berkunjung ke Mandalika,” tutup Deputi Odo. (Tyo)