FAO: Stok Sumber Daya Ikan Global Suram

0
871
ilustrasi (pixabay)

Roma (Samudranesia) – Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut jika saat ini sekitar satu miliar penduduk di dunia menggandalkan pada ikan sebagai sumber protein hewani untuk pemenuhan kesehatan mereka.

“Masalahnya saat ini industri perikanan, terutama pangan laut atau seafood sedang menghadapi masalah genting terkait dengan keberlanjutan sumber daya perikanan di laut global,” jelas Qu Dongyu, Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) saat membuka The International Symposium on Fisheries Sustainability di Roma, Italia, Senin 18 November 2019.

Menurutnya masa depan program keberlanjutan sumber daya ikan secara global terlihat suram.  Masalah sampah plastik, perubahan iklim, degradasi habitat perikanan, serta penangkapan ikan berlebih (overfishing) menjadi faktor dari suramnya program keberlanjutan sumber daya perikanan.

FAO menyebut jika satu dari tiga kawasan stok ikan di perairan global mengalami overfishing. Mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan kondisi 40 tahun lalu di mana hanya satu dari sepuluh stok ikan yang overfishing. Di satu sisi, sektor perikanan darat (sungai, danau, dan perikanan budidaya) juga terkena imbas tekanan dari merosotnya kondisi perikanan laut tersebut karena permintaannya akan semakin tinggi.

Dongyu memberikan sedikitnya tiga solusi untuk meningkatkan  keberlanjutan di sektor perikanan, yaitu menginvestasikan kembali program keberlanjutan di sektor perikanan laut dan darat, investasi perkembangan perikanan laut, dan memastikan upaya perlindungan sesuai dengan pengelolaan yang efektif.

Tahun 2020 : Kesepakatan baru dengan alam

Seperti diketahui empat dari 10 target Sustainable Development  Goals (SDGs) Perserikanan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah melindungi laut, termasuk dari Illegal Fishing, yang akan mencapai masa tenggat di tahun 2020. Karena itu PBB mendorong adanya kerjasama dari negara-negara yang belum menandatangi kesepakatan FAO untuk mengatasi masalah tersebut.  

The International Symposium on Fisheries Sustainability dihadiri oleh para peneliti, pengambil kebijakan, serta kalangan industri perikanan. “Kita harus memperlakukan laut dan menghormatinya dengan baik, dengan begitu mereka akan memaafkan kesalahan-kesalahan bodoh yang sudah kita lakukan sebelumnya. Laut akan hidup kembali dengan sendirinya dan melakukan apa yang di waktu lampau mereka lakukan, yaitu menyediakan sumber pangan bagi kebutuhan kita,” kata Peter Thomson, Sekretaris Jenderal PBB yang mengurusi masalah laut dalam pembukaan symposium.