Ekspor Benih Lobster Dihentikan, Nelayan Bisa Sejahtera

0
128
Menteri Sakti Wahyu Trenggono berfoto dengan pengurus DPP KNTI.

Jakarta (Samudranesia) – Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendukung keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang akan menghentikan ekspor benih lobster. Hal tersebut disampaikan Menteri Trenggono pada pertemuan audiensi antara pengurus DPP KNTI dengan Menteri KP di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menteri Kelautan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan komitmennya menghentikan ekspor benih lobster dan akan mengembangkan budidaya lobster di tanah air.

“Kami berkomitmen untuk menghentikan ekspor benih lobster, omong kosong jika negeri sebesar ini dengan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang tinggi, tidak mampu mengembangkan budidaya lobster di tanah air,” tegas Sakti.

KNTI berpandangan polemik lobster haruslah berujung pada jalan perbaikan kesejahteraan nelayan, keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi nasional. 

“Sejak dulu kita tolak ekspor Benih/benur lobster karena merugikan kepentingan ekonomi nasional dan berpotensi merusak kelestarian lingkungan atau merusak mata rantai lobster di alam,” jelas Sekjen KNTI Iin Rohomin.

KNTI juga mendorong agar pemerintah segera menyiapkan strategi budidaya dan menjaga pertumbuhan ekonomi lobster nasional. Dalam jangka pendek, Pemerintah harus menjaga standarisasi dan pengendalian pemanfaatan lobster hasil tangkapan dari alam.

Selain itu, strategi pemasaran dan perluasan pasar lobster baik di dalam maupun luar negeri harus terus diperkuat, termasuk dengan mendekatkan infrastuktur ekspor di sentra lobster nasional. 

Untuk agenda menengah dan panjang, pengembangan budidaya lobster harus menjadi prioritas. Langkah paling awal dapat dilakukan dengan mendorong nelayan-nelayan di 13 sentra budidaya lobster nasional untuk berkoperasi sehingga akses nelayan terhadap pembinaan, pembiayaan, benih, hingga pasar menjadi lebih terbuka dan berskala ekonomi.

Begitupun terhadap BUMN, swasta ataupun perguruan tinggi harus dipacu untuk berinvestasi dalam pengembangan inovasi dan teknologi budidaya lobster: baik untuk pembenihan, pakan, pembesaran hingga karamba jaring apung.

Terakhir, segera manfaatkan peluang-peluang pasar utama lobster dunia secara cermat sembari mempersiapkan diri untuk membangun industri budidaya lobster nasional yang lebih kokoh.

“Pastinya tidak mudah. Namun, KNTI yakin hanya dengan kehadiran negara secara utuhlah pengelolan lobster segera membawa manfaat untuk negeri,” tutup Iin.

Dalam pertemuan audiensi KNTI dengan Menteri juga dibahas terkait upaya percepatan pendataan dan pemberian Kartu Nelayan kepada seluruh pelaku usaha perikanan agar penyaluran BBM bersubsidi, modal usaha murah, dan program-program pemberdayaan kepada nelayan kecil dan tradisional semakin tepat sasaran. (*)