Dua Kecelakaan Libatkan Kapal dan Truk ODOL di Pelabuhan Merak

0
200
Foto aerial suasana Pelabuhan Merak di Banten, Senin (31/12/2018). Arus penumpang dan kendaraan jelang Tahun Baru 2019 di pelabuhan tersebut terpantau lancar dan lengang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Cilegon (Samudranesia) – Dua peristiwa kecelakaan terjadi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Kamis 28 Januari 2021. Kecelakaan pertama melibatkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Rishel yang menabrak fender dan dolphin Dermaga 4 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Kecelakaan tersebut diduga akibat kapal mengalami gagal bersandar akibat terserat arus yang sangat kuat di dermaga.

“Saat sedang melakukan olah gerak, kapal tersebut terseret arus yang sangat kuat lalu kapal menubruk dolphin dan fender,” jelas Kepala Pos KSOP Merak, Suharso, kepada awak media, Jumat, 29 Januari 2021. Akibat kejadian yang berlangsung Kamis malam tersebut, kapal mengalami kerusakan. Buritan kapal robek, seagle rantai pada fender nomor 3 putus sebanyak 3 buah. Badan kapal diketahui berlubang sepanjang satu meter dan lebar sekitar 50 cm.

KMP Rishel sudah berupaya maksimal untuk bisa bersandar, namun upayanya sia-sia. Kapal pada akhirnya, kembali keluar dari Dermaga 4 dan masuk ke Dermaga 5. KMP Rishel baru bisa bersandar sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dini hari. Meski saat kejadian kapal masih mengangkut penumpang, untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Penumpang dan kendaraan kemudian turun di Dermaga 5. “Sandar di dermaga 5. Setelah dicek, tidak ada laporan kendaraan penumpang mengalami kerusakan maupun korban jiwa. Kapal itu saya perintahkan engker. Kita suruh perbaikan dahulu. Kalau sudah perbaikan, kami periksa, nanti kalau sudah laik, baru bisa jalan lagi,” terangnya.

Selain kecelakaaan kapal gagal sandar, peristiwa nahas lainnya juga terjadi di Dermaga 2 Pelabuhan Merak di hari yang sama. Kecelakaan kali ini diduga akibat kendaraan truk over dimensi over load (ODOL) menyebabkan rampdoor atau pintu jembatan KMP Nusa Dharma patah.

Peristiwa itu terjadi di hari yang sama, Kamis, 28 Januari 2021 sekitar pukul 22.10 wib. “Kejadian kira-kira bersamaan dengan Rishel. Kapal disandarkan dari Dermaga 2 ke Dermaga 5 karena rampdoornya bermasalah,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Endi Suprasetio dikonfirmasi awak media, Jumat 29 Januari 2021.

Menurut Endi, ada banyak penyebab patahnya rampdoor KMP Nusa Dharma, seperti perawatan hingga faktor cuaca yang mempengaruhi stabilitas kapal selama proses bongkar muat penumpang dan kendaraan.Guna memastikan penyebabnya, penyelidikan akan dilakukan oleh pejabat pemeriksa keselamatan kapal atau marine inspector (MI) dari Ditjen Hubla Kemenhub.

“Nanti akan diperiksa dari MI. Bisa juga maintenance dari pihak kapalnya. Jadi tidak semata-mata karena truk ODOL. Bisa juga karena cuaca saat itu, kapal bergerak, beban kapal bertambah saat bongkar muatan,” terangnya.