Dongkrak Perekonomian, WIMA INA Latih Keterampilan Penyandang Disabilitas

0
80
Dok Foto: WIMA INA

 

Jakarta (Samudranesia) – Pemberdayaan perempuan agar lebih berperan dalam industri maritim merupakan bentuk apresiasi terhadap para perempuan agar dapat bersinergi dan saling mendukung satu sama lain.  Hampir setiap bidang sudah dimasuki perempuan, Di Industri maritim sendiri memiliki cakupan yang sangat luas, dari sektor transportasi pelabuhan dan perusahaan pelayaran

Menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Women in Maritime Association Indonesia (WIMA INA) memberikan warna berbeda dengan memberikan apresiasi kepada Penyandang Disabilitas.

“Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan dampak perlambatan ekonomi yang semakin meluas di masyarakat, tak terkecuali para perempuan penyandang disabilitas yang selama ini menjadi bagian dari tulang punggung perekonomian keluarga,” ujar Ketua Umum WIMA INA Dr. Chandra Motik, SH, M.Sc saat memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas di Jakarta Timur, Kamis (1/4).

“Demikian halnya, tak sedikit kaum perempuan yang terpaksa mengambil peran untuk menghidupi keluarganya dan tulang punggung perekonomian keluarga mereka harus kehilangan mata pencaharian,” tambahnya.

Setelah memberikan Pelatihan Memasak pada 6 Maret 2021 lalu,  pada kesempatan ini WIMA INA bekerja sama dengan Wardah dan PPKPI memberikan pembekalan dengan pelatihan Tata Rias dan Menjahit dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kreativitas dan kemandirian.

“Selain pelatihan dan pendampingan WIMA INA dan Wardah memberikan alat perlengkapan alat make up dan alat menjahir, agar setelah pelatihan dapat langsung dimanfaatkan untuk modal berusaha menyambut bulan Ramadhan, ucap Wakil Ketua Umum WIMA INA Carmelita Hartoto.

Ungkapan haru bercampur bahagia dari salah satu peserta pelatihan, Miya yang juga Ketua Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar WIMA INA dan Wardah  atas kesempatan pelatihan, pendampingan serta pemberian alat tata rias wajah serta kesempatan untuk bisa memulai usaha.

“Kami berjanji untuk menjalankan amanah dan harapan WIMA INA untuk tetap semangat dan berkreatif demi kelangsungan hidup keluarga kami,” ujar Miya.

Dengan konsep 3 P (Pelatihan, Pendampingan dan Pemasaran), WIMA INA berharap  perempuan kreatif di sektor maritim dapat terbantu untuk mandiri mendorong pemulihan ekonomi  masa pandemi Covid-19.

Di tempat terpisah, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut mengapresiasi kiprah dan peran serta WIMA INA yang kerap berpartisipasi mendukung para wanita untuk mengambil peran di setiap aspek kehidupan

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhungan Laut, Andi Hartono menyatakan pihaknya mendukung peran aktif WIMA INA, asosiasi untuk para perempuan di dunia maritim yang terus berupaya menyelenggarakan kegiatan guna memberikan manfaat dan memberdayakan kaum perempuan lainnya.

“Saat ini hampir semua bidang telah dimasuki oleh kaum perempuan. Di industri maritim sendiri, perempuan sudah memasuki cakupan yang sangat luas, mulai dari sektor transportasi laut, kepelabuhanan, hingga perusahaan pelayaran,” kata Andi.

“Kami mengapresiasi dan sangat bangga karena sudah banyak kaum perempuan yang berkecimpung di dunia maritim. Ini merupakan bukti ketangguhan kaum perempuan yang bisa ikut bersaing di dunia maritim,” pungkasnya. (*)