Dibutuhkan Masyarakat, Kapal Pelni Tetap Beroperasi

0
1324
KM Ciremai milik Pelni tetap beroperasi mengangkut barang dan penumpang.

Jakarta (Samudranesia) – Terkait adanya beberapa ABK kapal milik PT Pelni yakni KM Kelud dan KM Lambelu yang terpapar Covid-19 usai menjalani tes kesehatan, perusahaan pelat merah itu diminta untuk menghentikan operasi mengangkut penumpang.

Penghentian itu perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 lebih luas lagi. Alhasil, pemerintah melalui Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan.

Menurut Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi, kedudukan kapal Pelni saat ini sangat penting sebagai penghubung antar pulau. Sehingga tidak mungkin dihentikan operasinya.

“Terkait ini, saya tadi sudah bicara dengan Dirjen Hubla, beliau sudah melakukan koordinasi dengan Pelni untuk menyikapi Covid-19. Memang tantangannya adalah kapal-kapal Pelni merupakan moda transportasi penghubung antar pulau yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Jodi kepada Samudranesia, Kamis (16/4).

Ia menambahkan bahwa protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sudah dilakukan baik oleh PT Pelni maupun otoritas pelabuhan. “Untuk itu yang sekarang difokuskan adalah implementasi protokol kesehatan antara lain physical distancing dan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan kapal secara intensif. Hal ini juga sudah ada guidelines-nya dari Hubla,” kata Jodi.

Baca Juga:

Namarin Minta Menko Luhut Hentikan Sementara Operasional Kapal Penumpang

Dukung Pariwisata, Pelni Lakukan Uji Kapal Rede di Manado

Secerca Asa Di Pundak Direktur Politeknik Bumi Akpelni Baru

Sementara itu Dirjen Hubla Agus Purnomo menyatakan pihaknya juga sudah meminta PT Pelni untuk memperhatikan standar protokol tersebut.

“Saya sudah minta Pelni untuk bergantian melakukan sterilisasi, baik kapal maupun crew-nya dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga kapal dan crew dipastikan mengikuti standar protokol kesehatan,” kata Agus dalam keterangannya yang diterima redaksi.

Berikut sambung dia, adalah para penumpang yang juga diatur supaya mengikuti standar kesehatan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan angkutan kapal seperti yang dioperasionalkan oleh Pelni sangat penting untuk mengangkut hilir mudik manusia dan barang.

“Masyarakat perlu alat angkut, kalau antar pulau hanya kapal dan pesawat udara. Kalau di darat ada kereta api, bus dan lain-lain juga enggak ada yang ditutup. Kalau antar pulau perlu dipertimbangkan betul kalau menutup kapal dan atau pesawat udara,” tandasnya. (Tyo)