Dibantu Serikat Pelaut, PIP Makassar Urus Pembebasan 6 Kadet yang Ditahan di Malaysia

0
1052
Enam Kadet PIP Makassar yang ditahan di Malaysia. Dok Foto: SAKTI

Makassar (Samudranesia) – Enam kadet Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar yang sedang bekerja di MV Daha 2 ditahan di Miri, Malaysia oleh otoritas setempat. Mereka ditahan saat kapal tempat mereka bekerja yang berlayar dari Vietnam menuju Miri, Malaysia diduga membawa muatan ilegal.

Pihak Agensi Penguat Maritim Malaysia (APMM) yang merupakan Coast Guard Malaysia telah memeriksa kapal tersebut dan mendapati bahwa muatan kapal ilegal. Setelah melakukan interogasi kepada kru kapal termasuk 6 Kadet PIP Makassar, pihak berwajib Malaysia resmi menahan mereka sejak 10 Juli 2021.

Mendapat kabar bahwa ada 6 kadetnya yang ditahan oleh pihak berwajib Malaysia, PIP Makassar langsung mengambil langkah koordinasi secara intensif dengan KBRI setempat. Tak hanya itu, PIP Makassar juga meminta bantuan kepada serikat pelaut.

Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) dan Serikat Pelaut Sulwesi Selatan (SPSS) yang mendapat aduan ini turut membantu PIP Makassar untuk mengurus kepulangan 6 kadetnya.

“Kami dari dapat aduan perihal ada 6 kadet dari PIP Makassar untuk meminta bantuan karena mereka ditahan oleh APPM Miri dikarenakan kapal yang mereka bawa diduga membawa muatan ilegal,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Publikasi (BPP) SAKTI, Erix Extrada kepada Samudranesia, Rabu (25/8).

Pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut kepada pihak KJRI dan KBRI Malaysia. Koordinasi tersebut telah dilakukan secara intensif.

“Kami diarahkan  ke KJRI yang ada di Kuching (Malaysia) agar meminta bantuan perlindungan terhadap 6 kadet yang ditahan di Miri. Kami dari SAKTI juga bekerja sama dengan SPSS agar menyampaikan berita terhadap 6 kadet ini ke kampus mereka. Alhamdulilah diterima oleh pihak kampus supaya bisa bekerja sama membantu ke 6 kadet yang ditahan,” jelasnya.

Saat ini keenam kadet tersebut dalam keadaan sehat. Mereka ialah Imam Fatahillah, Culik Diantara, M.Zaky Ramdani, Fachrul Rasyidi, M.Faisal dan Muh.Faizal. Rencananya pada 23 September 2021, mereka akan menjalani sidang di Mahkamah Miri.

“Komunikasi dan koordinasi dengan Kepala APPM Miri juga sudah dilakukan dengan baik dan lancar, mudah-mudahan para kadet bisa dikeluarkan,” harap Erik.

“Pihak perusahaan juga telah menunjuk lawyer untuk meng-handle dan membantu menyelesaikan case ini,” tambahnya.

Serikat Pelaut Sulawesi Selatan (SPSS) bersama pimpinan PIP Makaasar

Menurut Erik, Direktur PIP Makassar juga sudah menyurat ke BPSDM Kemenhub untuk dilanjutkan ke KBRI dan KJRI karena 6 kadet ini masih dalam tahap pendidikan.

Kronologi lengkap peristiwa tersebut MV.  Daha 2 berangkat dari Vietnam ke Miri pada tanggal 6 Juli 2021 dan tiba di Miri pada tanggal 10 Juli 2021 antara Jam 08.00 pai waktu setempat. Posisi kapal sedang menuju ke Sungai Kuala Beram dan pada saat itu kapal mengalami kerusakan mesin utama.

Saat itu APMM Miri mendatangi kapal untuk pengecekan dokumen kapal dan muatan kapal. Diketahui bahwa kapal tidak memiliki dokumen muatan, sehingga muatan kapal dianggap ilegal. Selanjutnya kru kapal dibawa ke kantor APMM  untuk dimintai keterangan kecuali Master dan Chief Officer.

Hal tersebut dibenarkan agar mereka standby di kapal. Kemudian mereka diinterogasi oleh petugas APMM. Baru pada saat itu mereka mengetahui kalau muatan yang dibawa di kapalnya ilegal. (*)