Di Tengah Pandemi, PT KBS Berkomitmen Jadikan Tantangan Sebagai Peluang

0
194
Dirut PT KBS Akbar Djohan.

Jakarta (Samudranesia) – Dalam rangka menuju Hari Ulang Tahun PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) Ke-25, menggelar seminar motivasi secara virtual bertajuk “Action & Collaboration For Rising In The Pandemic”, Rabu (24/2). Direktur PT KBS Akbar Djohan bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.

Sebagai motivator, seminar ini menghadirkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia dan Dirut PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim. Seminar ini mengulas mengenai tantangan yang dihadapi PT KBS dalam mengoptimalkan peluang bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.  

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyatakan optimismenya dengan besarnya peluang investasi ke depan setelah keluarnya UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan beberapa Peraturan Pemerintah.

“Jawa dan luar Jawa sudah hampir seimbang investasinya. Banyak proyek infrastruktur, nah logistik maen di barang ini. Pelabuhan-pelabuhan kita tetap jalan terus di kondisi pandemi ini. Jadi fondasi logistik kita tidak sebegitu rapuh ketimbang negara-negara lain,” ujar Bahlil.

Baca Juga:

Dia menyebut, masa depan cerah PT KBS terletak pada meningkatnya industri serta produksi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Perintah Pak Presiden, proyek-proyek yang bersumber dari APBN wajib memakai produk dalam negeri. Di Kementerian PUPR, penggunaan besi sudah tentu kalau dari dalam negeri, Pak Akbar (Dirut PT KBS) maen barang ini, pelabuhan dan logistiknya dari Pak Akbar,” jelasnya.

Target masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) di tahun 2021 ini, sambung Bahlil akan terjadi dalam skala besar. Maka dari itu, dia berharap agar PT KBS mampu menangkap peluang ini.

“Penanaman Modal Asing bisa masuk ke pelabuhan Pak Akbar, yang mana yang bisa kita mainkan, nanti kita atur tax holiday-nya,” beber dia.

Bahlil juga menegaskan saat ini perizinan semakin mudah, sehingga investasi untuk operasional pelabuhan tidak perlu ke Kemenhub melainkan cukup ke BKPM.

Peluang lain yang dijelaskan oleh Bahlil ialah industri baterai berbahan nikel yang melimpah di Indonesia. Trend ke depan, kebutuhan mobil bertenaga baterai akan meningkat.

“80 persen bahan baku mobil tenaga baterai ada di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PT Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan bahwa tantangan dalam Covid-19 harus bisa menjadi peluang yang menguntungkan perusahaan. Oleh karena itu diperlukan daya saing individu di dalam perusahaan yang memiliki fighting spirit.

“Perusahaan atau organisasi menjadi lebih baik ketika individu memiliki daya saing yang baik. Gimana dia bisa bertarung kalau daya saing lemah. Itu nilai tambah kepada penugasan atau amanat yang diemban oleh individu,” jelas Silmy.

Lanjut dia, daya saing individu terkait dengan kemampuan berkomunikasi, memiliki networking, merespons oppurtunity, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

“Kemampuan individu menjadi social capital dan itu lebih penting dari financial capital. Yang terpenting jangan menunda kesempatan, semakin cepat kita memulai semakin baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Akbar Djohan optimis pihaknya mampu memanfaatkan peluang yang ada. Dia pun berkomitmen akan mengikuti seluruh arahan dari Kepala BKPM dan Dirut PT Krakatau Steel.

“Daya saing memang harus dimiliki oleh insan PT KBS. Ini sesuai dengan tagline new normal untuk bisa action collaboration,” tandas Akbar. (*)