Copot Said Salahudin, PKP Angkat Syahrul Mamma Sebagai Sekjen Baru

0
310
Dok Foto: DPN PKP

Jakarta (Samudranesia) – Di tengah hiruk pikuk perjuangan dalam menempuh upaya lolos verifikasi baik secara administrasi maupun faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2022, kabar mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (DPN PKP).

Bertepatan Hari Pahlawan 10 November 2021, DPN PKP mengumumkan pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Said Salahudin kepada Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma. Keputusan itu diumumkan oleh Ketua Umum DPN PKP Mayjen TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien dalam Rapat Pleno yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (10/11).

Keputusan dalam Rapat Pleno ini telah dibahas sebelumnya dalam Rapat Harian DPN PKP, dua hari sebelumnya. Menurut Ketum PKP, pergantian Sekjen ini sudah melalui prosedur yang sesuai dengan AD/ART partai.

Posisi dan jabatan Sekjen DPN PKP selanjutnya dijabat oleh Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Syahrul Mamma, MH yang sebelumnya menjabat Kabid Polhukam. Kemudian Laksma TNI (Purn) Dr. Faisal Manaf, SE, MM yang sebelumnya Kabid SDM menjadi Kabid Polhukam.

Sedangkan Kabid SDM dijabat oleh DR. Rita Zahara, SE, MM serta rotasi pada jabatan Wasekjen dan Ketua Departemen. Diantaranya Indri Yuli Hartati dari  Waksekhen menjadi Sekretaris Departemen.

Pada rapat pleno tersebut, Ketua Umum PKP menegaskan bahwa dengan adanya rotasi, pergantian antar waktu dan revitalisasi personalia DPN PKP itu akan menjadi sebuah momentum untuk PKP bangkit, maju dan berkembang.

“Dengan PKP diawaki oleh para Pejuang dan Petarung sejati, Insya Allah PKP akan lolos verifikasi dan Parliamentary Treshold pada kontestasi politik Pemilu 2024,” ucap Ketum PKP Yussuf Solichien dalam keterangan tertulisnya kepada awak media.

Yussuf mengingatkan kepada seluruh jajaran PKP agar tetap solid, kompak, bersatu dalam kebersamaan untuk memenangkan Pemilu 2021.

Oleh karena itu Yussuf meminta jajarannya fokus dan konsentrasi pada persiapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, agar PKP menjadi parpol yang pertama lolos menjadi peserta Pemilu 2024.

Dewan Pembina PKP yang diketuai oleh Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikabarkan juga telah menyetujui rotasi kepengurusan ini. Di mana dalam melakukan rotasi kepengurusan menjadi hak prerogatif Ketum yang diatur oleh AD/ART partai.

“Bagaimana kita mengatur PKP ini agar lolos verifikasi. Saya diamanahkan oleh sesepuh TNI untuk memimpin partai ini. Dengan kapasitas saya, saya akan pertahankan partai ini. Jangankan harta benda, nyawa saya pertahankan untuk partai ini,” tegasnya.

Kedudukan Said Salahudin sebagai anggota partai pun tidak diberhentikan oleh Ketum. Said Salahudin hanya diberikan Surat Peringatan terkait tindakannya yang menyebut adanya DPP yang menuntut Munaslub kepada media massa.

“Kita melakukan tindakan berpatokan kepada AD/ART. Dalam AD/ART jika ada kader yang melanggar, kita berikan teguran tertulis dahulu,” ungkapnya.

“PKP tidak hanya membutuhkan kader-kader partai yang pintar dan hebat, namun yang diutamakan adalah kader yang loyal dan militan yang patuh dan setia melaksanakan kebijakan pimpinan partai yang berdasarkan AD/ART,” tandasnya

Sementara itu, Irjen Pol  (Purn) Syahrul Mamma, sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPN PKP. Syahrul merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1983. Pria kelahiran Ujung Pandang, 63 tahun lalu ini pernah mengemban jabatan-jabatan strategis dalam tubuh Polri maupun pemerintahan.

Di antaranya, pria yang bersosok tenang itu pernah menjawab sebagai Wakabareskrim Mabes Polri pada tahun 2015 dan Wakapolda Sulsel pada 2011. Kemudian pernah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Keamanan Nasional Kemenkopolhukam tahun 2014 dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada tahun 2016.

Usai diputuskan menjadi Sekjen PKP melalui Rapat Pleno, Syahrul berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan di antara pengurus partai baik pusat maupun daerah serta menjunjung tinggi AD/ART partai.

“Saya hanya diamanatkan oleh partai melalui Pak Ketum untuk menjadi Sekjen. Keputusan ini akan saya pegang sebaik-baiknya guna melakukan yang terbaik buat partai ini. Dan untuk menjalankan tujuan partai ini diantaranya lolos Verifikasi KPU dan memenangkan Pemilu 2024,” tandas Syahrul. (*)