BRGM Targetkan Restorasi 600 Ribu Lahan Mangrove

0
351

Jakarta (Samudranesia) – Usai mengikuti serah terima jabatan, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono, menyatakan siap meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak dalam usaha merestorasi gambut dan mangrove yang sudah terdegradasi di Indonesia.

“Gambut yang terdegradasi itu memang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah dan juga oleh pemegang konsesi, tapi harus semua pihak dilibatkan,” kata Hartono dalam upacara serah terima jabatan dari kepala BRG 2016-2020 Nazir Foead, yang dilaksanakan secara virtual dari Jakarta, Selasa 29 Desember 2020.

Menurut Hartono, merestorasi gambut bukanlah pekerjaan yang mudah karena harus berkutat dengan lahan gambut yang sudah terlanjur dimanfaatkan. Sehingga dalam proses restorasinya membutuhkan pertimbangan dari berbagai aspek. Ia menambahkan jika dalam melakukan restorasi terkadang harus melakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar lahan gambut. “Tujuannya untuk meyakinkan mereka bahwa restorasi adalah demi kepentingan semua orang,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan sangat signifikan bagi semua pihak untuk melanjutkan kerja-kerja restorasi yang sudah berjalan sebelumnya.

Hartono dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2020. Pelantikan ini secara resmi memperpanjang masa tugas badan itu. Di bawah kepemimpinan Hartonio, BRGM mendapatkan tanggung jawab baru untuk merehabilitasi daerah mangrove terdegradasi, di mana sebelumnya hanya bertugas merestorasi gambut.

BRGM ditargetkan melakukan percepatan restorasi terhadap 1,2 juta hektare (ha) lahan gambut dan 600.000 hektar lahan mangrove. Selain itu, wilayah kerja mereka juga bertambah dari yang semua tujuh provinsi untuk gambut kini ditambah enam provinsi untuk rehabilitasi mangrove.

Terkait penambahan target itu, Hartono menegaskan akan meningkatkan kolaborasi dengan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk mencapai target-target tersebut.
“Instruksi Presiden terkait restorasi gambut ini adalah restorasi permanen, di mana di situ dipersyaratkan infrastruktur-infrastruktur yang harus berfungsi secara permanen,” tegasnya.