Benteng Tolukko, Saksi Sejarah yang Fenomenal di Bumi Ternate

0
2656
Indonesiakaya.com

Berdiri di atas bangunan bersejarah ini memang mengasyikkan. Apalagi, saat pandangan mata menyusur hamparan laut lepas membiru nan memesona. Luar biasa. Sementara semilir angin bagai tak henti mengusap lembut seluruh tubuh. Tak cuma sejuk, elusan halusnya pun menjadi kian terasa. Singkatnya, pesona alam yang keindahannya bak lukisan memang menjadi pagar hidup di sekeliling bangunan tua nan kokoh itu. Bangunan yang akrab disebut oleh masyarakat sekitarnya benteng Tolukko. Benteng yang banyak menyimpan catatan sejarah di Bumi Ternate.

Jika dikilas balik, Benteng Tolukko sebenarnya dibangun oleh bangsa Portugis. Tujuannya, selain untuk dijadikan benteng pertahanan mereka dari serangan musuh, juga sebagai pusat penyimpanan rempah-rempah asli Ternate. Untuk diketahui, Portugis pada abad 16 memang menguasai seluruh perdagangan rempat di pulau tersebut. Benteng yang pembangunannya di bawah pimpinan panglima tentara Portugis, Fransisco Serraow semula diberi nama Santo Lucas. Namun, belakangan berubah nama. Dan, perubahan tersebut diketahui karena dua hal. Pertama, karena sengaja diambil dari salah satu nama Sultan Ternate, yakni Kaicil Tolukko, yang memerintah pada sekitar 1692. Kedua, berasal dari nama asli benteng tersebut, Santo Lucas. Karena kesulitan pelafalannya masyarakat pulau ini pun kemudian menyebut Tolukko.

Benteng Tolukko tak hanya punya kharisma sekaligus pesona, melainkan juga strategis dari sisi lokasi. Sangat berdekatan dengan wilayah perairan, juga berada di puncak bukit yang cukup tinggi. Karena letaknya yang cukup tinggi itu kemudian memungkinkan untuk pengawasan terhadap setiap gerak-gerik yang terjadi. Sejatinya, ukuran benteng ini tidaklah terlalu besar. Namun begitu, jika dilihat dari depan benteng ini nampak cukup megah. Benteng Tolukko dilengkapi fasilitas bastion atau ruang pertahanan sebanyak tiga unit. Sementara, untuk menuju ke atas, pengunjung harus melewati sebuah lorong sempit. Cukup hanya dua orang, itu pun sudah sangat mepet.

Di dalam benteng juga terdapat sebuah ruang bawah tanah. Dan, untuk mencapainya bisa melalui sebuah tangga terbuka yang bisa dilalui oleh siapa saja. Lalu, bagian atas benteng berbentuk persegi empat. Secara keseluruhan konstruksi benteng Tolukko terdiri atas bermacam jenis campuran batu-batuan. Di antaranya, batu kali, batu karang serta pecahan batu bata. Untuk merekatkannya digunakan campuran kapur dan pasir.

Pada 1577 Benteng berhasil dikuasi Ternate. Ketika itu, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Baabullah melakukan perlawanan yang sekaligus mengakhiri kekuasaan Portugis di daratan pulau tersebut. Namun, tak lama kemudian, bala tentara Belanda berhasil merebut Benteng Tolukko dari tangan mereka. Penjajah Belanda ini lantas mengganti nama benteng tersebut menjadi Hollandia setelah dipugar pada 1610. Benteng Tolukko yang sudah berganti nama tersebut diserahkan kepada Kesultanan Ternate yang dipimpin sultannya pada masa itu bernama Mandar Syah lewat sebuah perjanjian dengan VOC pada 1661. Pemerintah Kolonial tersebut member izin kepada Sultan Mandar Syah untuk menempati Benteng Hollandia.

Nah, tertarik ingin menyaksikan langsung kemegahan Benteng Tolukko sekaligus indahnya pemandangan alam di sekitarnya? Kunjungi benteng yang sarat akan kisah-kisah sejarah rakyat Ternate tersebut. Lokasi persisnya di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Di benteng itu, selain semua keistimewaan di atas, pengunjung pun akan disuguhi berbagai keunggulan lain yang tak pernah ada di tempat lain.