Belajar Strategi Dari Sejarah Angkatan Laut

0
143
Kadisjarahal Laksma TNI Supardi saat memberikan kuliah umum di Seskoal.

Jakarta (Samudranesia) – Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI Supardi, S.E., M.B.A., CHRMP., memberikan kuliah tentang Sejarah dan Nilai-nilai Kejuangan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-59 TA 2021 di Kelas A Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (18/05).

Kuliah ini diikuti 175 Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-59 TA 2021 yang terdiri dari 163 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AD, 2 Pasis TNI AU, 4 Pasis Polri dan 4 Pasis Negara Sahabat (Pakistan, Singapura, Malaysia dan United Arab Emirate). Turut dihadiri pula Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Imam Musani, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., Kepala Departemen Kejuangan (Kadepjuang) Kolonel Marinir Firman Johan, M.Tr.Opsla., Wadan Korsis Seskoal Letkol Laut (P) M.B.Pandjaitan, S.E., M.Tr.Opsla, para Dosen dan Patun Seskoal.

Kadisjarahal mengawali kuliahnya dengan penjelasan mengenai kekuatan sejarah untuk mewujudkan Jalasveva Jayamahe. Dalam perkuliahannya, Kadisjarahal mengatakan bahwa sejarah menyediakan peninggalan nilai-nilai masa lalu yang sangat kaya untuk memandu perjalanan bangsa dalam menyongsong kejayaannya.

“Untuk mewujudkan Jalesveva Jayamahe di Bumi Nusantara, kita harus belajar dari perjalanan sejarah bangsa ini dalam meraih kejayaan maupun proses saat mengalami keruntuhannya. Inilah arti pentingnya menempatkan sejarah sebagai guru kehidupan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengurai definisi Sejarah Angkatan Laut sebagai suatu studi dan analisis masa lalu tentang cara-cara yang digunakan pemerintah atau negara dalam mengatur dan menggunakan kekuatan di laut untuk mencapai tujuan nasional.

Laksma Supardi juga menjelaskan sejarah angkatan laut untuk pengembangan kekuatan TNI AL memiliki 2 (dua) filosofi yaitu menghormati masa lalu dan menginspirasi masa kini dan nanti. menghormati masa lalu terdiri dari keberhasilan dan kegagalan dalam operasi, pertempuran dan perang laut sama nilainya; historiografi untuk menghargai pengabdian dan pengorbanan para pendahulu serta akurasi sejarah untuk mencegah misinterprestasi peristiwa.

“Menginspirasi masa kini dan nanti terdiri dari mengambil lesson learned setiap peristiwa keangkatanlautan; perjuangan, kegigihan,ketabahan dan keberanian para pendahulu sebagai spirit prajurit di masa kini; keberanian dalam pertempuran dan keberanian moral dalam birokrasi menjadi teladan pembentukan karakter guna menghadapi tugas masa kini dan belajar sejarah, belajar strategi,” pungkasnya. (*)