Barang Bukti Berhasil Diamankan, Pelaku Melarikan Diri

0
995
Menteri Susi saat menggelar konferensi pers penggagalan penyelundupan baby lobster, Jakarta 13 Maret 2019 (Foto : Andi/samudranesia)

Jakarta – Sebanyak 264 baby lobster yang dikemas dalam 44 kotak stereofoam berhasil diamankan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I di di Perairan Sugi Batam. Hal ini disampaikan oleh Komandan Gugus Tempur Angkatan Laut (Guspurla) Koarmada 1, Laksma TNI Defit Martanto, mewakili Panglima Armada 1, Laksda Yudo Margono, saat jumpa pers di kediaman Menteri Kelautan dan Perikanan, Widya Chandra,  Rabu (13/3).

Menurut Defit, baby lobster ini kemungkinan besar akan diantar ke Singapura dengan menggunakan speed boat. “Berawal dari melintasnya dua buah speed boat panjang ± 16 m, lebar 3,5 m dengan kecepatan tinggi di dari Perairan Sugi  sampai Teluk Bakau, Tim F1QR yang melihat gelagat mencurigakan lalu melakukan pengejaran dan mendapati adanya kotak-kotak stereofoam yang berisi baby lobster tersebut,” jelas Defit. 

Menurutnya, keberhasilan penggagalan penyeludupan ini juga berkat informasi intelijen yang diperoleh di lapangan. Tim kemudian fokus mengintai kehadiran speed boat yang terlihat membawa barang bukti berupa coolbox seterefoam warna putih. Karena merasa terkepung oleh dua speed boat Tim F1QR akhirnya speed boat tersebut menabrakan ke arah area bakau dan kandas pada posisi koordinat 00° 55′ 54″ LU – 103° 47′ 54″ BT, sehingga berhasil diamankan oleh Tim F1QR.

Menurut Menteri Kelautan Perikanan, Susi Pudjiastuti,  selama ini pihaknya tidak pernah menangkap orang yang mengambil baby lobster. Akan tetapi memutus penerima yang membawanya ke luar negeri. “Mereka ini  terorganisir, ketika ada permintaan sehingga mereka melakukan penangkapan baby lobster,” jelasnya. “Yang menjadi musuh kita bukan penyedia tapi pihak yang membawa kabur keluar negeri itu. Karena yang menangkap ini adalah orang orang kecil, mencari makan sementara yang menyuruh mereka ini sudah sindikasi.”

Sayangnya, menurut Susi, untuk memutus mata rantai penyelundupan baby lobster ini memang tidak mudah. Karena selagi masih ada suplai pasti akan ada demand dan sebaliknya.

Pada pemeriksaan yang dari 44 box sterofoam didapati 30 plastik yang berisi 200 ekor baby lobster. Para pelakunya sendiri tidak dapat ditangkap karena berhasil melarikan diri.

Hasil dari pencacahan karantina KKP Batam, ada jenis Pasir 235.438 ekor (41 sterefoam) dan jenis Mutiara 9.664 ekor (3 stereofoam), jenis pasir Rp. 35.315.700.000,- per ekor Rp 150.000,- dan jenis mutiara Rp. 1.932.800.000,- per ekor Rp. 200.000,-. Jumlah seluruhnya 245.102 ekor, sehingga total yang dapat diselamatkan sebesar Rp. 37.248.500.000,- 

Menurut Kepala BKIPM KKP, Rina, sekarang ini ada tren peningkatan untuk  kasus yang sama. “Dari kasus yang kami tangani 2015-2019 tahun ini hingga bulan Maret menangani 235 kasus,” katanya. (nel/and)