Asal Telaten, Pelihara Arwana Jardini Pasti Berhasil

0
2455
Dok. cj aquatic

Jakarta (Samudranesia) – Bukan rahasia lagi kalau arwana adalah ikan hias yang terbilang mahal harganya. Tak terkecuali tentunya jenis arwana jardini. Lihat saja sosok ikan endemik tanah Papua ini. Body-nya besar banget, berukuran sekitar 60 cm, malah untuk arwana jardini liar bisa mencapai 1 m. Nah, dengan sosok yang tergolong bongsor buat kategori ikan hias, arwana jardini seolah mampu menunjukkan “kelasnya” sebagai ikan yang tangguh. Tak heran, memandang ikan hias ini seperti punya keasyikkan tersendiri.

Makin asyik lagi, saat mata memandang balutan warna-warni cantik pada sekujur tubuh arwana jardini. Mulai dari abu-abu, perak hingga kuning kehijau-hijauan, plus dipercantik tujuh baris sisik dengan tepi berwarna merah jingga. Dan, tiap sisik memiliki bintik merah. Ikan hias yang juga sering disebut arwana mutiara ini bukan cuma elegan tapi juga menarik.

Melihat sepak terjang ikan yang nama ilmiahnya Scleropages jardini ini gak kalah asyiknya lo. Ikan yang masuk kategori karnivora ini dikenal sangat agresif. Meski bobot badannya bisa mencapai 2 kg, pergerakan arwana jardini tetap sangat lincah. Nyaris tak pernah berhenti menjelajah luasnya lingkungan tempatnya hidup. Dan, selalu berada pada bagian atas, dekat dengan permukaan air. Karena, ikan ini memang termasuk top feeder.

Arwana jardini memang fenomenal. Banyak disukai orang, tak hanya karena karakternya yang agresif, dan sangat menarik, tapi punya daya pikat lain yang sangat kuat dari sisi tampilan maupun warna-warnanya yang keren banget. Lantas, bagaimana dengan pemeliharaannya? Memelihara hewan yang satu ini memang gampang-gampang susah. Tapi, yang pasti tidak ada yang tidak mungkin. Kuncinya, asal tekun dan telaten menjalankan prosedur, dijamin berhasil. Tertarik ingin memelihara arwana jardini? Ikuti tips berikut ini.

Akuarium. Perlengkapan pertama yang mesti disiapkan tentu saja adalah akuarium. Mengingat arwana jardini bisa tumbuh hingga lebih dari 60 cm, maka akuarium yang dibutuhkan sejatinya relatif besar. Terkait ini, setidaknya akuarium dengan kapasitas 700 liter dianggap cukup ideal. Satu hal yang perlu diingat, ikan hias satu ini punya “hobi” melompat. Karenanya, akuarium yang harus disiapkan memiliki tutup yang rapat. Ini buat mencegah arwana jardini tersebut melompat keluar akuarium.

Air. Yang gak kalah pentingnya tentu saja masalah air. Ikan arwana ini harus diakui sangat sensitif. Sebab itu, kualitas airnya harus diperhatikan betul, dan harus bebas dari unsur-unsur kimiawi yang berbahaya. Untuk diketahui, arwana jardini sangat  menyukai air dengan pH antara 6,0 – 7,0 lalu KH antara 2 – 4. Sementara suhu airnya antara 24 –  29 derajat Celsius. Dan, jangan lupa, penggantian air juga sangat perlu. Paling tidak, 15% – 25% air diganti setiap minggunya atau lebih.

Dekorasi. Buat kebutuhan yang satu ini sebenarnya simpel aja. Karena, arwana jardini dalam konteks ini gak butuh material yang ribet. Cukup substrat kerikil atau pasir. Selain itu, boleh juga memasukkan kayu apung sebagai bagian  dalam aquascape. Gunanya, untuk menjaga tingkat pH agar lebih rendah. Plus, masukkan juga tanaman mengambang, yang nantinya akan  menempel di kayu apung. Terkait ini, memang harus diakui tak semua jenis arwana menyukai kondisi ini.

Teman. Meski tergolong ikan hias yang “galak”, arwana jardini ternyata cukup toleran. Ikan ini masih bisa berbagi dengan jenis ikan lainnya. Arwana jardini termasuk ikan teritorial soliter. Tapi ingat, ikan yang bisa disandingkan sebagai teman dalam satu akuarium sebaiknya punya body yang besar, atau sepadan, seperti oscar besar, gurami raksasa, lele predator dan seterusnya. Jadi, jangan sekali-kali memasukkan ikan kecil atau invertebrata pemalu, bukan tak mungkin ikan tersebut akan menjadi mangsanya. Atau, kalau mau aman, biarkan saja arwana jardini itu hidup sendiri.

Makanan & kesehatan.

Sebagai ikan hias yang karnivora, arwana jardini pastinya biasa memakan makanan hidup, seperti: cacing darah, jangkrik, earthworm katak, blackworm, minnow, ghost-shrimp, crayfish. Di luar itu, sebenarnya ada beberapa jenis yang sudah diadaptasi. Kelompok ini bisa juga memakan makanan beku yang tentunya sudah diperkaya dengan vitamin. Lalu, soal kesehatan, arwana jardini atau arwana pada umumnya terbilang hewan yang kuat dan jarang sakit. Asal syaratnya, jaga selalu kualitas airnya, jangan ada penumpukan kotoran serta kadar amonia dan nitrat.

Pembiakan. Harus diakui memang  pengembangbiakan arwana jardini bukan perkara mudah. Apalagi, dalam akuarium dengan kapasitas sedikit. Nah, buat tujuan itu, setidaknya dibutuhkan akuarium yang relatif besar, kapasitasnya lebih dari 2.000 liter.

Untuk kasus arwana liar misalnya, proses pengembangbiakan berlangsung saat musim hujan. Ikan tersebut biasanya mulai bertelur, jumlahnya antara 50 – 200 butir. Setelah dibuahi, arwana jantan memasukkan telur itu ke mulutnya sampai menetas. Burayak tetap bersama arwana jantan, setelah menetas, sekitar 4 – 5 minggu. Lalu, anakan muda itu akan dimasukkan kembali ke dalam mulut induk jantan jika dalam kondisi terancam.(guss)