Anggota AP2I Meninggal di Perairan Somalia, Pihak Perusahaan Sambangi Keluarga

0
367
Ilustrasi Foto: Kapal ikan China di Perairan Somalia. Dok: net

Brebes (Samudranesia) – Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (AP2I) tengah dirundung berita duka cita. Hal itu terkait musibah yang dialami oleh salah satu anggota AP2I, Fatkhul Majid (20) yang bekerja di atas kapal FV. Liaodongyu 571 di perairan Somalia, Afrika Timur.

“Kami dapat informasi dari perusahaan PT RNT Utama Indonesia selaku pihak yang memberangkatkannya, bahwa yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja di atas kapal dan meninggal dunia pada waktu lokal Somalia pukul 17.30, tanggal 19 Juli 2021,” ujar Sekretaris Umum AP2I, Samsudin kepada Samudranesia, Rabu (21/7).

Pengurus AP2I dan perwakilan dari perusahaan mendatangi kediaman almarhum untuk menemui pihak keluarga dengan fasilitas pendampingan dari pemerintah desa setempat. Hal tersebut guna menyampaikan kabar duka itu serta meminta kepada pihak keluarga untuk bisa ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan memberikan uang duka tahap awal untuk biaya keperluan keluarga sebesar Rp5.000.000 yang diterima oleh Ayah Kandung almarhum, Suratno dan disaksikan oleh pejabat desa dan pengurus AP2I.

“Ini mohon diterima ya Pak, dari perusahaan uang duka untuk keperluan tahlil almarhum. Nanti kalau ada kurang-kurangnya, jangan sungkan untuk hubungi Saya. Sementara kami fokus untuk pemulangan jenazah dulu,” kata perwakilan perusahaan, Samsul di kediaman almarhum di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (21/7/2021).

AP2I dan pihak perusahaan menyambangi keluarga korban di Brebes, Jawa Tengah.

Menurut Samsul, perusahaan akan bertanggung jawab penuh dari mulai pemulangan jenazah, keperluan pemakaman, hingga asuransi.

“Hak asuransinya almarhum nanti akan diserahkan kepada ahli warisnya,” jelasnya.

“Kami akan tetap koordinatif dan komunikatif dengan pihak keluarga, asosiasi pekerja, dan aparat pemerintah desa setempat. Tadi Pak Sekretaris Desa juga mengapresiasi perusahaan yang sigap untuk berinisiatif menemui pihak desa dan meminta pendampingan untuk bersama mendatangi kediaman keluarga almarhum,” ungkap Samsul.

Selain itu, kata Samsul, perusahaan juga telah berkirim surat ke Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) untuk berkoordinasi lebih lanjut karena lokasi meninggalnya di luar wilayah Indonesia. (*)