YLKI Usul Tarif Listrik Turun

0
89
Dok. Foto YLKI

Jakarta (Samudranesia) – YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA, bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA.

Hal ini menurutnya terkait dengan peristiwa pandemi virus corona atau Covid-19 yang secara langsung berpengaruh pada pendapatan ekonomi masyarakat.

Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah.

Apalagi harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun, sehingga momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Baya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

YLKI mengharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan ada kenaikan tarif listrik dari April sampai Juni 2020. Menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020 mengatur soal tarif adjustment dilaksanakan setiap tiga bulan apabila terjadi perubahan.

Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan kepada awak media di Jakarta, 4 Maret 2020 lalu, bahwa peristiwa pandemi vitrus corona atau Covid-19 yang terjadi Indonesia telah berdampak pada kondisi perekonomian yang kurang menggembirakan.

Sementara Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan bahwa dari November 2019 sampai Januari 2020 parameter ekonomi makro Indonesia rata-rata per tiga bulan menunjukkan perubahan.

Perubahan ini dipengaruhi oleh perubahan Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika menjadi Rp13.939,47, nilai ICP menjadi US$ 65,27/barrel, tingkat inflasi rata-rata 0,29%, dan harga patokan batu bara Rp783,13/kg.

“Jika mengikuti empat parameter makro tersebut seharusnya diberlakukan penyesuaian tarif tenaga listrik. Akan tetapi, Pemerintah mempertahankan agar tarif listrik tidak naik pada periode April – Juni demi menjaga daya beli dan daya saing,” papar Agung sebagaimana dikutip dari keterangan resminya Senin, (2/03).

Berikut tarif tenaga listrik untuk Triwulan II-2020:

1. Rp1.467,28 /kWh untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum.

2. Rp1.352/kWh untuk rumah tangga daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM).

3. Rp 1.114,74/kWh untuk pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemeritah dengan daya di atas 200 kVA.

4. Rp 996,74/kWh untuk pelanggan tegangan tinggi,yaitu I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas.