Wisata Alam dan Sejarah di Situ Cangkuang

0
79
Candi Cangkuang Dok. fokusjabar.id

Garut (Samudranesia) – “Terasa banget teduhnya. Hawanya sejuk, pemandangan juga asri. Pas banget pokoknya buat cari ketenangan atau refreshing. Makanya, jangan heran kalau penat yang numpuk di kepala langsung rontok di sini. Gak percaya? Coba deh ke Situ Cangkuang”.

Nama Situ Cangkuang memang boleh dibilang cukup beken. Gak cuma masyarakat Tanah Pasundan aja, di luar itu pun kalau mau ditelisik gak sedikit lo yang tahu nama ini. Minimal, meski belum pernah ke Situ Cangkuang, tapi mereka sudah kenal nama, Situ Cangkuang yang objek wisata sekaligus situs sejarah.

Lumrah, bisa begitu karena nama Situ Cangkuang sebenarnya sudah mencuat sejak lama. Namanya sendiri diambil dari nama tumbuhan cangkuang, sejenis pandan (Pandanus furcatus) yang banyak terdapat di situ ini. Biasanya, masyarakat setempat memanfaatkan daun cangkuang buat tudung, tikar dan pembungkus gula aren. Mau ke sana? Gampang. Pokoknya, kalau ke arah Kota Garut, Jawa Barat, situ itu bisa ditemui. Persisnya di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles.

Nah, wisata di Situ Cangkuang gede lo untungnya. Bisa dapetin suasana danaunya yang bikin hati tenang. Sebab, danau seluas kurang-lebih 350 hektare ini menyuguhkan panorama alam yang, beneran asli,  asri dan alami. Udah gitu, udaranya sejuk habis. Ingat, lokasinya dikelilingi gunung-gunung: Haruman, Kaledong, Mandalawangi dan Guntur. Pokoknya, bikin betah. Apalagi, melihat air situnya yang bening banget, bikin hati sejuk.

Keuntungan lain, bisa ngelihat dari dekat sebuah candi Hindu, yang masyarakat setempat menyebutnya Candi Cangkuang. Letaknya, di sebuah pulau kecil yang ada di tengah Situ Cangkuang. Jelas, jadi keasyikkan tersendiri dong saat naik perahu khas setempat alias rakit menuju ke pulau ini. Dan, dalam tempo yang gak lama-lama banget, pulau yang cuma berjarak sekitar 500 m itu sudah bisa dicapai. Di sini bisa sepuasnya menikmati bangunan tua bersejarah dengan arsitektur unik yang konon merupakan peninggalan dari abad-7 — 8 M.

Asyiknya lagi, Candi Cangkuang masih punya keistimewaan lain. Di dalam candi ini menyimpan patung Dewa Siwa. Selain enak buat dilihat, pastinya bakal nambah wawasan. Ingat juga lo, di pulau kecil ini bukan cuma menyuguhkan candi seluas 4 x 18 x 8 m yang antik, tapi juga terdapat satu tempat yang sakral. Makam Embah Dalem Arief Muhammad, seorang tokoh penyebaran Agama Islam di daerah ini. Jaraknya gak jauh, cuma sekitar 3 m dari bangunan candi. Dekat banget kan?

Dekat makam Embah Dalem Arief Muhammad, terdapat pula museum mini yang memamerkan sejumlah benda-benda pusaka. Benda-benda yang menjadi bukti adanya penyebaran Agama Islam di daerah ini. Selain naskah Al Quran dari abad-17 yang ditulis di atas daluang atau kertas tradisional dari batang pohon sae, museum ini juga mengoleksi naskah khotbah sepanjang 167 cm. Serta, sejumlah benda-benda antik lain, plus lukisan berukuran besar Embah Dalem Arief Muhammad.

Jadi, jelas kan, wisata ke Situ Cangkuang bukan cuma kecantikan panorama alamnya aja yang didapat, tapi lebih dari itu. Wisata sejarah dan budaya, sekalian berziarah ke makam salah seorang tokoh penyebar Islam yang berpengaruh di Tanah Pasundan. Mau tahu lebih dalam, datang dan telusuri aja jejak sejarahnya.