Wamen Parekraf: Pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif terus Meningkat

0
45
Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo.

Jakarta (Samudranesia) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru ekonomi nasional.

Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.105 triliun, naik dari 2017 yang hanya Rp1.009 triliun dan 2016 sebesar Rp922,59 triliun.

“Ekonomi kreatif salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru di masa mendatang untuk ekonomi nasional,” ujar Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo di sela-sela Creative Economy Review 2019 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Diproyeksikan tahun ini Rp1.211 triliun. Pertumbuhan PDB ekonomi kreatif terus mengalir terhadap peningkatan kebutuhan dan terserapnya tenaga kerja,” katanya lagi

Peraih gelar Master of Commerce (Finance) dari University of New South Wales, Australia ini merinci pada 2016 penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 16.909.690 juta orang atau 14,28 persen dari total jumlah tenaga kerja nasional.

Di 2017, tenaga kerja yang terserap naik menjadi 17,4 juta orang atau 13,74 persen dari total jumlah tenaga kerja nasional. Angka tersebut lantas naik lagi menjadi 18,1 juta orang sepanjang 2018.

Pertumbuhan juga terjadi di nilai ekspor ekonomi kreatif nasional. Pada 2016, nilai ekspor sektor ekonomi kreatif mencapai 19,98 miliar dolar AS atau 13,77 persen dari total nilai ekspor nasional, padahal tahun sebelumnya hanya 19,36 miliar dolar AS.

Dirinya menambahkan Kemenparekraf terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif bisa lebih pesat lagi. Selama ini, berbagai cara dilakukan Kemenparekraf, misalkan program pemberian intensif kepada pelaku ekonomi kreatif, penyelenggaraan Bekraf Creative Labs, membuat platform Food Startup Indonesia dan banyak lagi.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan berbagai program yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Angela meminta semua pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan ekonomi kreatif di Tanah Air demi kemajuan Indonesia.

“Kita satukan tekad, kita samakan langkah, bersinergi, kita kembangkan ekonomi kreatif di Indonesia dengan gagasan-gagasan baru, demi Indonesia yang maju dan sejahtera,” tutur anak sulung pasangan Hary dan Liliana Tanoesoedibjo itu.

Di sisi lain, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Wawan Rusyiawan demi mendorong ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru untuk ekonomi nasional maka Bekraf bisa berkontribusi diatas 7 persen bila di 2017 mencapai 7,28 persen dan semakin tahun harus semakin bertambah.

“Kita memiliki target di 2020 yakni bertumbuh 5,45 persen di pertumbuhan pdb sementara di 2024 dalam satu rpjmn kita berharap bisa tumbuh 6,1 persen. Tentu saja penambahan target ini dibutuhkan strategi tersendiri,” tuturnya.

Menurutnya, Bekraf mempunyai tiga kekuatan dalam memenuhi pertumbuhan targetnya yakni kuliner, kriya dan fashion menjadi nilai utama sebagai kontributor terbesar karena totalnya mencapai di atas 71 persen. Apalagi sasaran target negara sudah dimiliki oleh Bekraf yang mempunyai basis tersendiri seperti fashion lebih kepada Amerika. Kriya lebih ke Jerman, Swiss, beberapa negara di Asean.

“Kita juga fokus pada sub sektor yang lainnya yang memiliki pertumbuhan luar biasa seperti film, animasi maupun sub  sektor baru dari sisi digital terlebih sisi digital digeluti millenial menjadi pertumbuhan terbaru buat bekraf,” tandasnya. (Rei)