Under The Vulcano, Inspirasi dari Syair Lampung Karam

0
270
Press Conference Under The Volcano di Ciputra Artpreneur

Jakarta (Samudranesia) – Bencana alam adalah salah satu fenomena yang tidak pernah berubah kepanikan, kehancuran, dan setelah itu selalu diikuti dengan mawas diri dan kewaspadaan. Pada saat terjadi bencana alam setiap orang berusaha menyelamatkan diri dan yang lebih penting bagaimana reaksi mereka menghadapi bencana. Pada hakikatnya ternyata reaksi manusia dari zaman dahulu sampai sekarang sama. Under the Volcano adalah sebuah pementasan yang merekam reaksi manusia terhadap bencana alam, pementasan ini lahir terinspirasi dari Syair Lampung Karam karya penyair Mohammad Saleh.

Under the Volcano, dengan tema yang universal, pementasan amat dinamis yang berakar dari tradisi (silek, ulu ambek), dan elemen modern video digital berhasil menyajikan tontonan yang amat memukau. Dipentaskan pertama kali dalam acara Olimpiade Teater ke-6 di Dayin Theatre, Beijing, Cina 2014, dan setelah itu mengulang kesuksesan di TheatreWorks, Singapura pada 2016, publik Jakarta pada akhirnya akan dapat menyaksikan pertunjukan ini secara penuh pada 4-5 April 2020 di Ciputra Artpreneur, setelah sebelumnya naik pentas (tidak secara penuh) di perhelatan budaya Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) di Panggung Akshobya Candi Borobudur pada 2018.

“Menginspirasi ketika saya tinggal di Padang Panjang, Minangkabau, Sumatera Barat yang diapit dua gunung merapi. Pada 1999 muncul gempa besar yang meluluhlantakkan rumah membuat saya dan teman-teman satu bulan tidur di tenda,” kata Yusril selaku sutradara Under The Volcano.

Produser Under the Volcano, Restu Imansari Kusumaningrum, mengatakan, di luar negeri pentasnya mendapatkan sambutan yang luar biasa.

“Di pentas internasional, teater kontemporer Indonesia banyak yang absen  tapi puji syukur banyak yang nonton setiap kali pentas, terutama dari yang berbasis nilai tradisi kita dan mendapat sambutan dengan luar biasa,” kata Restu Imansari Kusumaningrum.

Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata menambahkan “Sebuah karya yang ceritanya dari lokal dan diproduksi secara internasional dan dipasarkan ke mancanegara. Saya percaya ayah saya sangat bangga melihat kemajuan Bu Restu dan Pak Yusril dan bersedia tampil di Ciputra Artpreneur”.

Pameran ini di selenggarakan berkat kolaborasi CIPUTRA ARTPRENEUR dan PURNATI INDONESIA untuk kali kedua yang bertujuan guna mengangkat budaya/sejarah Indonesia menjadi sebuah pementasan yang dihargai dan dapat dinikmati bukan hanya di Indonesia, tetapi juga secara global.

Tiket pementasan Under the Volcano sendiri dijual seharga Rp250 ribu hingga Rp1.350.000. Ciputra Artpreneur berkapasitas hingga 1.150 kursi. (Ars)