Terlihat Tenang, Capt. Irianto Said Jalani Proses Persidangan

0
4455
Capt Irianto Said di PN Banjarmasin.

Banjarmasin (Samudranesia) – Sidang pertama nakhoda kapal TB Transpower 247 Capt. Irianto Said yang dituduh telah menggelapkan kapal oleh perusahaan baru saja selesai. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Banjarmasin itu akan dilanjutkan minggu depan dengan pembacaan eksepsi.dari Capt. Irianto Said atas tuduhan tersebut.

Menurut Ketua Advokasi Hukum dan HAM Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Imam Syafii, pasal yang didakwakan kepada tersangka sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan prinsip keadilan dalam hukum.  

“Pasal dakwaan yang terkesan dipaksakan. Bagaimana tindakan penegak hukum tentang pengusaha yang tidak menggaji pekerja serta menggaji pekerja ‘jabatan terendah’ di kapal dengan upah yang melanggar ketentuan UMP/UMK sebagaimana domisili kantor pusat perusahaan, itu juga tindak pidana,” ucap Imam dalam keterangannya, Rabu (25/9).

Sejak kasus ini bergulir PPI dengan berbagai cara telah memperjuangkan keadilan buat Capt. Irianto Said. Namun upayanya belum menemui titik terang. Imam menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga sang nakhoda memperoleh keadilan.

“Beliau adalah anggota PPI, beliau adalah ikon perjuangan PPI, dan tetap bangga menggunakan baju PPI,” ucapnya.

Selama menjalani persidangan, Capt.Irianto Said terlihat tenang dan tak ada sedikit pun ketakutan di dalam dirinya. Ia yakin bahwa hakim akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya.

Beberapa anggota PPI Kalsel pun turut mendapmpingi Capt.Irianto Said selama proses persidangan. Sementara lainnya berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Banjarmasin memberikan dukungan kepada sang kapten.

Terkait penggelapan dan penguasaan kapal yang dituduhkan kepada Capt. Irianto Said, sehingga kapal tidak bisa berlayar, PPI menganggap hal tersebut tidak berdasar dikarenakan Kapal TB. Transpower 247 tidak berpindah tempat sejak tiba dari tempat docking kapal di Batola, Kalsel.

“Nakhoda dan kru kapal tidak melakukan penyegelan terhadap kapal dan mereka tidak menguasai dokumen kapal, tetapi dokumen kapal berada di tangan agen kapal/kantor cabang PT.Transpower Marine Tbk,” ujar Ketua PPI Kalsel M Adnan.

Terkait Kontrak kerja nakhoda yang menurut pihak perusahan telah selesai pada tanggal 12 Juni 2019, tetapi fakta di lapangan membuktikan bahwa Surat Ijin Gerak kapal TB.Transpower 247 pada tanggal 27–30 Juni 2019 masih atas nama nakhoda Irianto Said sehingga alasan perusahan ini sangat janggal.

Capt Irianto Said ditahan di Polda Kalsel sejak 17 Agustus 2019 sebelum akhirnya dipindah ke Kejaksaan Negeri Banjarmasin pada awal September. (Tyo)