Tergabung dalam Aliansi, PPI Sulsel Tolak Omnibus Law ‘Cilaka’

0
671
Aksi PPI Sulsel tolak Omnibus Law Cilaka di Makassar.

Makassar (Samudranesia) – Ratusan masa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (CILAKA) melakukan aksi di Makassar, kemarin. Unjuk rasa itu dilakukan dengan berkeliling dan orasi di tempat-tempat strategis di Kota Makassar.

Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergabung di dalam aliansi itu turut menyuarakan hak pelaut yang terancam akibat adanya Omnibus Law Cilaka.

“Kami ikut turun aksi dalam menolak Omnibus Law Cilaka atau RUU Cilaka ini yang sebenarnya tujuannya sama dengan UU Ketenagakerjaan yang rencananya akan direvisi tapi berhasil digagalkan,” ucap Ketua DPD PPI Sulsel, Sukardi Sulkarnain dalam keterangannya yang diterima Samudranesia, Kamis (16/1).

Baca Juga:

Omnibus Law sendiri merupakan metode pembuatan undang–undang dengan menggabungkan dan mencabut banyak undang–undang dan peraturan lain hanya dalam satu kali pengesahan sehingga kerap disebut “Undang–undang Sapu Jagat”.

RUU Cilaka ini adalah RUU untuk mempermudah investasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun RUU itu berpotensi hanya menguntungkan para pemodal kemudian mengorbankan hak–hak rakyat dan mempersempit ruang–ruang demokrasi.

Menurut Sukardi, RUU Cilaka ini adalah ide para kaum kapitalis, di mana akan berdampak merugikan bagi kaum buruh. Oleh karena itu PPI Sulsel menolak keras adanya wacana tersebut.

“Pesangon dihilangkan, upah dihitung per jam dan pemberangusan serikat pekerja,” jelasnya.

Dalam aksi itu, Pelabuhan Makassar juga salah satu titik sasaran aksi dikarenakan sebagai tempat vital serta tempat berkumpulnya para pelaut anggota PPI Sulsel. Jalan menuju dan dari pintu masuk pelabuhan juga sempat diblokir oleh para pengunjuk rasa.

“Kami lakukan aksi blokir jalan di depan Pelabuhan Makassar dikarenakan oleh banyaknya kasus-kasus pelaut yang kurang direspons oleh Syahbandar yang lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai controlling,” tandas Sukardi. (Tyo)