Terdampar di Pakistan, ABK WNI di Kapal China ini Mengaku Disiksa dan Belum Terima Gaji

0
491
Hamdani dan Eko, 2 ABK WNI di kapal ikan China yang kini berada di kapal Pakistan. Foto: Dok Pribadi.

Jakarta (Samudranesia) – Belum surut pemberitaan mengenai pelarungan dan perbudakan ABK warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan berbendera China Long Xing 629 dan Lu Qing Yuan Yu 623, kini tersiar kabar adanya perbudakan lagi di kapal FV Jin Shung.

Dua ABK WNI di kapal tersebut telah dipindahkan ke kapal berbendera Pakistan dan kini terdampar di Karachi, Pakistan. Mereka langsung kontak Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) untuk meminta pertolongan.

Ketua DPD PPI Sulut, Anwar Abdul Dalewa yang dikontak oleh ABK tersebut dengan nama Hamdani, memberikan laporan ini kepada Samudranesia, Jumat (22/5).

“Kita sedang membuat laporan untuk kementerian supaya bisa mengevakuasi mereka,” ujar Anwar.

Sementara itu, Hamdani yang kini berada di Karachi dalam rekaman suara yang dikirim oleh Anwar, membeberkan mengenai adanya penyiksaan yang dialami olehnya dan Eko. Ia menyebut masih ada 6 orang lagi rekannya yang masih berada di kapal FV Jin Shung.

“Saya bekerja selama 4 bulan lebih di kapal Jin Shung berbendera China, lalu dipindahkan ke kapal berbendera Pakistan hampir 2 bulan. Ada 6 orang lagi kawan saya yang masih di kapal Jin Shung, tolonglah mereka,” ujar Hamdani.

Keenam orang tersebut ialah Qodim, Sukim, Darmono, Sony, Fajar Budi dan Waito. Hamdani berharap dirinya dan 6 rekannya itu bisa dievakuasi Kembali ke tanah air.

Hamdani menuturkan dirinya mengalami rasa sakit di kemaluannya. Sementara Eko di tangannya. Kemudian pihak perusahaan penyalur yakni PT Mandiri Tunggal Bahari yang berada di Tegal juga tidak merespons sama sekali keluhan mereka.

“Pihak perusahaan tidak ada yang merespons, saya sudah kesal,” tegasnya.

Tak sampai di situ, gaji sepeser pun juga belum dibayar oleh pihak perusahaan. Padahal janji dari pihak penyalur, gaji akan dikirimkan ke keluarga selama mereka bekerja di atas kapal.

“Saya bertanya ke orang rumah belum ada gaji se-perak pun yang dikirim ke orang rumah,” tandasnya. (Tyo)