Supaya Lebih Seru Berpetualang ke Tana Toraja, Kunjungi Lokasi Ini

0
59
Menguji adrenalin lewat arung jeram di Sungai Maiting. Dok. infotoraja.com

Tana Toraja (Samudranesia) – Memandang yang indah-indah memang nggak bisa dibohongi pasti bikin segar. Segar di mata dan segar pula di hati. Bisa dipastikan, jika itu didapat dari sebuah penjelajahan yang menghabiskan waktu cukup lama tak secuil pun akan menyisakan rasa lelah. Rasa lelah itu seakan terbayar oleh suguhan panorama menawan setiap objek yang dilalui. Panorama alam yang memang begitu indah, sehingga sulit rasanya untuk dilukiskan dengan kata-kata.

Bukan rahasia lagi, kalau tempat-tempat seperti ini terbilang berjibun di negeri ini. Selain menawarkan wisata, objek terkait juga seolah memberi ruang untuk para wisatawan menyalurkan hobi bertualang. Nah, salah satunya adalah Tana Toraja. Ya, Tana Toraja memang  fantastik. Bukan hanya karena tradisi uniknya, Rambu Solo atau pesta upacara kematian yang di dalamnya terdapat adu kerbau atau Ma’pasilaga Tedong. Lebih dari itu, Tana Toraja menyimpan “kekuatan” alam luar biasa berupa objek wisata.

Jika ditelusuri objek wisata yang menghiasi Tana Toraja itu sangat beragam. Semua menawarkan pesona alam mengagumkan. Satu dari sederet objek wisata yang belakangan lagi tren adalah wisata petualangan – sambil wisata pengunjung bisa pula menyalurkan hobi bertualang. Terkait ini tak berlebihan kalau Tana Toraja dianggap salah satu surganya. Ini beberapa di antaranya:

Arung jeram Sungai Maiting

Petualangan Anda bisa dimulai lewat arung jeram atau rafting. Tana Toraja punya lokasi yang menantang untuk menguji adrenalin, Sungai Maiting namanya. Lewat sungai ini adrenalin Anda akan diuji habis-habisan sepanjang kurang-lebih 11 km, menggunakan perahu karet yang cuma memuat enam orang. Bayangkan, sekitar dua jam lho Anda akan merasakan ganasnya medan sungai ini.

Selain aliran yang super deras, di Sungai Maiting Anda juga harus melewati pusaran yang super kencang. Belum lagi batu-batu besar dan cadas kerap menjadi rintangan. Pastinya, akan menambah ketegangan dalam menaklukkan keganasannya. Dan, rasa itu akan kian menjadi karena tikungan-tikungan sepanjang Sungai Maiting yang tajam, ditambah banyaknya aliran curam yang menghadang. Tak aneh jika petualangan arung jeram di sungai ini tak hanya menghadirkan sensasi spektakuler, tapi juga kesan yang sulit untuk dilupakan.

Ekowisata kopi

Berbeda dengan sebelumnya, petualangan kali ini tentu demi mendapatkan sensasi nuansa ekowisata, khususnya kopi. Untuk mendapatkannya, Anda kembali dituntut melakukan itu. Menelusuri jalan pegunungan yang menanjak, sempit dan berliku. Bagaimana tidak, lokasi ekowisata yang berupa hamparan perkebunan kopi itu berada di ketinggian 1.600 hingga 1.800 mdpl. Persisnya, di dua desa di Toraja Utara: Sapan dan Pulu-Pulu yang berada di wilayah Kecamatan Buntu Pepasan.

Untuk sampai ke lokasi, pastinya Anda harus menaklukkan pelbagai rintangan. Tak hanya jalan menanjak, sempit dan berliku, jalan tanah serta tikungan yang patah pun akan sering ditemukan. Tapi tak perlu khawatir, karena panorama alam yang menghiasi dalam petualangan ini akan membayar lunas rasa lelah Anda. Terlebih, saat kaki Anda menjejak Desa Sapan atau Pulu-pulu, selain rasa lelah sirna, sensasi panorama alam pegunungan dengan hamparan kebun kopinya akan membuat Anda betah berlama-lama. Di sana, Anda tak hanya bisa menikmati minuman kopi Toraja yang khas, tapi juga akan mendapatkan wawasan bagaimana kopi itu diproses hingga akhirnya sampai ke gelas Anda.

Meniti Gumuk Pasir

Tana Toraja masih punya tantangan lain yang tak kalah serunya. Meniti di atas gumuk pasir, tak tanggung-tanggung luasnya sekitar 6 hektare. Lokasinya berada di Kecamatan Rantebua, Toraja Utara dan masyarakat setempat menyebutnya Gumuk Pasir Sumalu. Untuk mencapainya, lagi-lagi mengharuskan Anda trekking sejauh 25 km atau bisa juga dengan kendaraan roda empat ke arah tenggara Rantepao, ibukota Toraja Utara.

Hanya sekitar 1,5 jam setelah melalui jalan sempit dan berliku, Anda akan sampai di Gumuk Pasir Sumalu. Di lokasi ini Anda akan mendapat suguhan sekaligus menikmati sensasi keajaiban alam Toraja yang memesona. Meski tak terlalu besar, tapi kontur bukit ini sensasional, berlekuk-lekuk dan diselimuti hamparan pasir yang punya gradasi warna fantastik, dari abu-abu, cokelat hingga keunguan. Sebuah keajaiban yang luar biasa. Dan, anehnya lagi dari mana pasir itu berasal, Gumuk Pasir Sumalu jauh sekali dari pantai. (Guss)