Spirit Kemerdekaan untuk Melawan Covid-19

0
200
Foto Ilustrasi

Jakarta (Samudranesia) – Dunia berduka. Mungkin tak berlebihan, jika akhirnya ungkapan itu kini menggema di seantero jagat raya. Duka yang terlalu sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Menyusul ganasnya gerusan Covid-19, virus mematikan yang sudah menelan korban lebih dari 21 juta di seluruh dunia sejak pemunculan perdananya pada akhir 2019.

Seperti banyak negara di dunia, Indonesia pun bernasib sama, dibuat repot oleh ulah virus yang berasal dari Wuhan, China ini. Sejak diumumkan pemunculannya pada 2 Maret 2020, oleh Presiden Joko Widodo, Covid-19 per 17/8/2020 jam 12.00 WIB telah menelan korban 6.207 meninggal dunia, 141.370 kasus terinfeksi dan sembuh 94.458.

Dan, hari ini bertepatan dengan hari Kemerdekaan negeri tercinta keberadaan Covid-19 telah memasuki bulan keenam. Namun, dalam rentang waktu ini sepak terjang Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut. Faktanya justru kian melonjak dari waktu ke waktu. Terkait ini, upaya Pemerintah untuk meredam laju penyebaran virus ini boleh dibilang nyaris tak pernah kendur. Pelbagai kebijakan terus digulirkan, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besat (PSBB).

Menaklukkan geliat Covid-19 jelas bukan pekerjaan mudah. Perlu waktu, spirit serta action yang pastinya tak mengenal lelah. Satu saja dari syarat tersebut terabaikan bukan tak mungkin akan menimbulkan akibat yang lebih fatal. Banyak contoh negara di dunia mengalaminya, sebut saja Amerika Serikat misalnya. Negara yang dikenal sebagai negara adidaya ternyata terseok-seok juga ketika berhadapan dengan mahluk super kecil yang tak bisa dilihat secara kasat mata.

Akibat bercokolnya virus ini, Amerika menjadi salah satu negara dengan jumlah korban terbesar di dunia. Korban Covid-19 di negara ini menembus angka lebih dari 5 juta. Fakta ini menjadi indikasi seolah ada hal yang tidak pas dalam penanganan Covid-19 di negara itu.

Memerangi Covid-19 jelas sangat menguras tenaga dan pastinya juga pikiran. Apalagi, ada kenyataan bahwa virus ini belum juga menunjukkan akan sirna. Padahal, upaya untuk menangkalnya sudah terbilang optimal dengan rentang waktu yang tentu saja tidak singkat. Upaya yang benar-benar sangat melelahkan.

Parahnya lagi, banyak masyarakat seolah tak peduli terhadap situasi. Di tengah pandemi, sepak terjang mereka sangat mengecewakan. Banyak di antara mereka yang tak menggubris keberadaan Protokol Kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Kesadaran untuk berperilaku disiplin masih sangat rendah.

Masuk akal, kalau upaya tersebut menjadi pekerjaan yang begitu melelahkan. Sebab, di satu sisi, Pemerintah dengan semua elemennya sudah habis-habisan mengeluarkan segala kemampuan. Tapi, di sisi yang lain banyak warga masyarakat dengan seenaknya menganggap angin lalu semua program yang digulirkan. Sehingga, tak heran kalau hingga saat ini Covid-19 tetap saja merajalela.

Beruntung, bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah. Meminjam istilah yang pernah dilontarkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, “Bangsa Indonesia adalah bangsa petarung” yang memiliki semangat menyala-nyala.

Tak berlebihan, jika bangsa ini tak gampang menyerah. Buktinya, bisa dikilas balik dari para pejuang bangsa ini dalam upaya membebaskan Bumi Pertiwi dari genggaman penjajah. Berbekal spirit yang menggebu, mereka pun akhirnya mampu mengusir penjajah dari bumi ini. Tak ada salahnya kalau spirit kemerdekaan itu lantas diadopsi demi melawan Covid-19 saat ini.

Sebab, sebagai bangsa petarung, api semangat yang senantiasa berkobar pastinya tak mengenal istilah padam. Bukan tak mungkin, persoalan Covid-19 yang nyaris sudah meluluhlantakkan begitu banyak aspek kehidupan bisa segera diredam. Asalkan, tentu saja dibarengi upaya membangun kesadaran masyarakat untuk selalu disiplin mematuhi Protokol Kesehatan. Demi Indonesia bebas corona, bagaimana kalau mulai saat ini semua lebih disiplin lagi menjalankan Protokol Kesehatan sepanjang hari. (Guss)