Soal Natuna, Mahfud MD: Kita Tetap Tegas, China Berusaha Menyesuaikan Diri

0
68
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – China telah membuat 9 garis putus-putus dalam peta tradisional daerah penangkapan ikannya. Hal itu membuat hubungan Negeri Tirai Bambu tersebut dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia memanas akhir-akhir ini.

Atas dasar itu, Duta Besar China untuk RI Xiao Qian hari ini mengunjungi kantor Kemenko Polhukam untuk bertemu Menko Polhukam Mahfud MD guna memperbaiki hubungan tersebut.

“Indonesia adalah kawan dekat kami dan hubungan kedua negara terus berjalan baik,” kata Xiao Qian di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (16/1).

Beberapa permasalahan dibahas oleh kedua wakil pemerintahan itu, di antaranya masalah Natuna dan kerjasama yang intensif antar kedua negara. Kepada awak media Mahfud menyampaikan bahwa Indonesia tetap tegas terhadap sikapnya terkait Natuna.

“Kita katakan sikap pemerintah jelas kita menjaga hak berdaulat bukan kedaulatan. Ada 2 hal ya kalau di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) itu hak berdaulat kalau di laut teritori itu hak kedaulatan. Kita akan jaga itu dua-duanya,” ungkap Mahfud di kantornya.

Baca Juga:

Ketika disinggung soal masuknya nelayan China beserta Coast Guard-nya di ZEE kita, Mahfud menyatakan bahwa pemerintah RI tidak bisa melarang untuk berlayar. Tetapi ketika mereka menangkap ikan di tempat hak berdaulat maka harus diusir.

“Pihak China menyatakan itu selalu terjadi di akhir tahun. Orang China masuk tapi kami juga dapat tekanan dari rakyat sendiri. Mereka juga tetap boleh berlayar karena itu hak berdaulat bukan kedaulatan kita,” ucapnya.

Sejauh ini, ungkap Mahfud, pemerintah China telah berusaha menyesuaikan diri dengan hak berdaulat kita. Begitu pun terkait sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beberapa waktu lalu mengunjungi Natuna.  

“Pihak China nyatakan kami tetap berusaha menyesuaikan diri dan kami sudah menyuruh nelayan sehingga peristiwa-peristiwa itu berkurang,” jelasnya.

Mantan Ketua MK itu menyatakan bahwa patroli yang dilakukan di Natuna tidak mengendur sedikit pun, justru sebaliknya, kian bertambah sesuai instruksi presiden.

“Kalau patroli terus kita intensifkan itu. Patroli dan kegiatan ekonomi di Natuna harus dihidupkan, itu presiden instruksikan,” tegasnya. (Tyo)