Sistem Transportasi yang Bisa Ditiru Jakarta Selama Lockdown

0
95
Sistem transportasi

Internasional (Samudranesia) – Setiap negara memiliki kebijakan berbeda dalam hal pemenuhan layanan sistem transportasi umum yang terkait Covid-19. Ada yang mengurangi layanan jam operasi, menutup operasional, tidak mengalami perubahan jam operasi, membatasi lansia menggunakan transportasi umum. Berikut kebijakan dari beberapa negara terkait Covid-19.

Jerman.

Transportasi publik di Jerman tidak mengalami perubahan jadwal terkait adanya pandemi covid-19. Hanya sekolah-sekolah ditutup. Perusahaan taksi di Jerman memberikan diskon tinggi ke penumpang yang memiliki kartu pass bulanan dan tahunan publik transit, karena jumlah penumpang taksi sudah menurun hingga 40 persen akibat covid-19. Pemerintah menerapkan aturan kereta jarak jauh harus didesinfektan tiap dua jam sekali. Penumpang bus tidak boleh naik dari pintu depan agar pengemudi terlindungi dari kemungkinan terkena dampak dari penumpang. Penumpang juga tidak boleh duduk di belakang pengemudi.

Baca Juga : Begini Sistem Transportasi di Amerika Selama Lockdown

Pulau Luzon (Philipina). Seluruh transportasi publik (Metro Manila) menuju dan keluar Pulau Luzon (termasuk ibukota Manila) dalam masa lockdown dihentikan sementara. Transportasi pribadi di dalam kota Manila dihentikan, namun tidak untuk transportasi publik Kota Manila. Pemerintah setempat menerapkan aturan one seat apart, sehingga jarak antar penumpang tidak boleh berdekatan.

Aturan terbaru untuk transportasi publik di Manila saat ini (17 Maret 2020) terkait lockdown, seluruh transportasi publik yang ada di Kota Manila dihentikan. Namun perusahaan transportasi publik swasta masih menjalankan pelayanannya, karena masih banyak demand penumpang yang membutuhkan sarana transportasi umum.

Madrid (Spanyol). Transportasi publik di Madrid, Spanyol tidak mengalami perubahan jadwal terkait adanya pandemi covid-19. Transportasi umum terus beroperasi untuk menyediakan para pekerja penting dengan sarana transportasi umum untuk sampai ke tempat kerja mereka. Namun terkait lockdown di Kota Madrid, layanan dipotong setengah karena sebagian besar masyarakat diwajibkan mengisolasi diri di rumah masing-masing (bekerja di rumah), hanya sebagian kecil masyarakat yang masih harus bekerja ke kantornya (untuk jenis pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah).

Ontario (Kanada). Seiring dengan aturan pemerintah untuk meliburkan sekolah, universitas, dan karyawan di Provinsi Ontario, menyebabkan penurunan jumlah penumpang angkutan umum, maka Metrolinx yang menjalankan GO train, GO bus, Up Express melakukan perubahan jadwal pelayanan.

Perubahan itu antara lain (1) ptengurangan jadwal GO train, GO bus, Up Express terkait dengan pengurangan penumpang akibat lockdown. Namun tetap dapat melayani penumpang yang harus tetap bekerja, (2) tidak ada penerapan perjalanan jam sibuk, (3) tidak ada pelayanan GO train ke lokasi wisata seperti Niagara Falls dan St Catharines. Namun rute tersebut masih dapat dilayani oleh Go Bus, (4) GO train tidak melayani perjalanan ke stasiun yang menuju kota lainnya yang terdampak, (5) tempat duduk penumpang di bus diatur sebagai berikut: tidak boleh duduk di belakang sopir, dan (6) di dalam GO train, penumpang harus duduk menyebar, dan tidak boleh dekat pintu.

Mumbai (India). Transportasi umum Mumbai, terutama kereta memiliki jumlah penumpang 8,5 juta penumpang. Pemerintah India saat ini mengambil keputusan untuk menghentikan sementara pelayanan kereta api Mumbai selama beberapa hari, sebagai langkah ‘social distancing’ dalam rangka mencegah persebaran Covid-19.  Setelah itu, pemerintah juga memiliki opsi terkait operasional Metro Rail, Monorail, dan transportasi publik lainnya: mendesinfektan kereta, membatasi jumlah kepadatan penumpang kereta dengan membatasi jarak duduk penumpang, ataupun menghentikan sementara pelayanan kereta api lokal.

Wuhan (Tiongkok). Pemerintah Wuhan menerapkan kebijakan transportasi umum secara bertahap. Tahap awal adalah penghentian layanan penerbangan dari Wuhan ke provinsi lain di Tiongkok maupun ke luar negeri. Kemudian Wuhan menghentikan layanan kereta dari Wuhan ke kota lainnya, disusul oleh layanan bus, kereta bawah tanah, dan kapal feri. Masyarakat sama sekali tidak boleh keluar rumah tanpa ijin otoritas setempat.

Moskow (Rusia). Pemerintah Rusia menerapkan penghentian pelayanan penerbangan ke luar daerah di Rusia maupun keluar negeri untuk mengurangi kemungkinan masuk dan keluarnya covid-19. Pelayanan transportasi umum di kota Moskow masih berjalan seperti biasa, namun dengan prosedur yang sangat ketat terkait pemeriksaan kesehatan dan kesterilan sarana transportasi umum.

Belanda. Pemerintah Belanda menerapkan aturan sistem belajar online bagi mahasiswa, namun bagi pelajar tetap masuk sekolah seperti biasanya karena pelajar memiliki tingkat kerentanan paling rendah terhadap covid-19. Penduduk usia lanjut dihimbau untuk tetap di rumah dan tidak diperkenankan menggunakan transportasi publik, karena penduduk usia lanjut paling rentan terhadap covid-19. Pelayanan angkutan umum di Belanda berjalan seperti biasanya, tidak ada perubahan.

Italia. Pemerintah Italia menutup seluruh penerbangan keluar negeri, menghentikan pelayanan kereta api jarak jauh. Namun untuk transportasi umum dalam kota tetap berjalan seperti biasa dengan batasan-batasan karena seluruh warga kota diminta untuk tidak keluar rumah sama sekali kecuali untuk membeli grocery dan obat dengan ijin otoritas setempat.

Djoko Setijowarno,

akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat & Anastasi Yulianti, peneliti Laboratorium Transportasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Anggota MTI Jawa Tengah