PUPR Jelaskan Pembangunan “Jurassic Park” di Habitat Komodo

0
375
Image by Opick Mataram Web from Pixabay

Jakarta (Samudranesia) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan proyek pembangunan kawasan taman wisata Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT) meski mendapat kecaman dari masyarakat.

PUPR beralasan jika pembangunan kawasan yang dikenal sebagai salah satu habitat Komodo ini justru untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site UNESCO yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV) melalui penataan kawasan. PUPR menjamin jika pelaksanaan proyek ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, NTT. “Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resminya, Senin (26/10/2020).

Pelaksanaan penataan kawasan di Pulau Rinca sendiri sudah berjalan sejak awal September 2020. Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 15 Juli 2020.

Menurut Basuki, dalam perjalanannya koordinasi dan konsultasi publik yang intensif terus dilakukan oleh PUPR dengan berbagai pihak termasuk stake holder. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya dampak negatif terhadap habitat satwa, khususnya komodo.

Sampai dengan saat ini proyek penataan di Pulau Rinca tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang. “Kami selalu didampingi ranger dari Balai Taman Nasional Komodo, sehingga proses pembangunan prasarana dan sarana tidak merusak atau mengganggu habitat komodo,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT Herman Tobo.

Sementara untuk menjaga keselamatan pekerja dan perlindungan terhadap satwa komodo, pihak pelaksana proyek telah melakukan pemagaran pada kantor direksi, bedeng pekerja, material, lokasi pembesian, pusat informasi, dan penginapan ranger.

Izin Lingkungan Hidup terhadap kegiatan Penataan Kawasan Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat telah terbit pada 4 September 2020 berdasarkan Peraturan Menteri LHK No 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang telah memperhatikan dampak pembangunan terhadap habitat dan perilaku komodo.

Penampakan truk proyek di Pulau Rinca yang viral (dok.kawanBaikKomodo)

Proyek pembangunan Pulau Rinca sempat menuai kontroversi sejak beredar foto-foto truk pengangkut tanah yang melintas di antara komodo yang sedang berjalan.

Dandhy Laksono, aktivis lingkungan, turut membagikan foto tersebut dengan sindirian “Orang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melihat Komodo di habitat aslinya. Jokowi dkk datang dengan gagasan “10 Bali Baru, “wisata premium” dan membangun “Jurassic Park” (baca: kebun binatang).

Kegiatan penataan Kawasan Pulau Rinca itu sendiri meliputi Dermaga Loh Buaya, yang merupakan peningkatan dermaga eksisting; Bangunan pengaman pantai yang sekaligus berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar ke kawasan tersebut; Elevated Deck pada ruas eksisting, berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti, dirancang setinggi 2 meter agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung; Bangunan Pusat Informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house dan kafetaria serta; Bangunan penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti, yang dilengkapi dengan pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.