Program “Nulis dari Rumah”, Berikan Stimulus Kepada Para Penulis

0
134
Foto Ilustrasi

Jakarta (Samudranesia) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) luncurkan program terbaru “Nulis dari Rumah” di tengah tengah pandemi Covid-19. Program ini bertujuan memberi stimulus kepada penulis dan pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di subsektor penerbitan dan literasi untuk tetap berkarya dan berkreasi di tengah pandemi COVID-19.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Simandjuntak saat Virtual Bincang Kreatif dan Launching Nulis dari Rumah, Minggu (17/5/2020) menjelaskan, Launchingnya program ini bertepatan dengan Hari Buku Nasional ke-18 dan HUT Perpustakaan Nasional yang ke-40, diharapkan karya-karya tulis yang dihasilkan dari program tersebut bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di sektor penerbitan.

“Para pelaku ekraf ini outputnya adalah karya cipta yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Tetapi dengan program “Nulis dari Rumah” ini kita berharap tidak berhenti pada stimulus pembuatan karya saja. Tetapi bagaimana stimulus ini kita bisa kelola lagi lebih jauh, sehingga menciptakan snow ball effect yang bisa dirasakan lebih banyak lagi,” kata Josua Simandjuntak.

Turut hadir Plt. Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Mohammad Amin, Penulis Novel Trilogi Negeri 5 Menara Ahmad Fuadi dan Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rosalina.

“Dari karya tersebut bisa dimonetisasi sehingga bisa membantu sektor penerbitan. Kami  terus memikirkan bagaimana karya dan literasi bisa membantu ekosistem para pekerja di subsektor penerbitan ini. Hal inilah sebenarnya yang menjadi core dari kegiatan nulis dari rumah,” ujar Josua.

Kegiatan Nulis dari Rumah sendiri akan mengapresiasi 100 karya terpilih (50 cerpen dan 50 esai) berupa uang tunai. Penulis bisa mengirimkan hasil karyanya mulai 17 Mei – 2 Juni 2020 ke email: direktorat.mspp@kemenparekraf.go.id atau informasi lebih lanjut melalui instagram @kemenparekraf.ri.

Sementara itu, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rosalina menjelaskan hasil karya para peserta terpilih nantinya akan ditawarkan kepada penerbit melalui satu program  bisnis forum. Karya-karya mereka nantinya akan dikompilasi.

Tidak hanya itu saja, karya pemenang nantinya berkesempatan dipamerkan saat ajang Indonesia International Book Fair yang direncanakan terselenggara pada Minggu pertama September 2020. Nantinya pemenang karya tersebut akan mengikuti lokakarya dan pendampingan untuk dijadikan satu karya unggulan.

“Sehingga bisa ditawarkan ke subsektor kreatif lainnya. Nanti nilai monetasi bisa kita hitung, kami berharap akan muncul karya-karya seperti Laskar Pelangi atau Negeri Lima Menara,” katanya.(Ars)