Potensi Ikan di Laut Indonesia 9,9 Juta Ton

0
343

Jakarta (6/1) – Tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BalitbangKP) telah melaksanakan kajian stok ikan (Stock Assessment) di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) di seluruh Indonesia sebagai salah satu program prioritas Tahun 2016 di sektor penelitian dan pengembangan.

Berdasarkan hasil kegiatan Stock Assessment tersebut, KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton.

“Stock Assessment dilakukan sepanjang tahun 2016 dengan cakupan wilayah 11 WPPN-RI. Melalui kompilasi dan analisis data yang dilakukan sepajang kegiatan Stock Assessment 2016, diperkirakan angka indikasi estimasi stok ikan akan diperoleh pada bulan Februari 2017”, ungkap Kepala BalitbangKP dalam konferensi pers di kantor KKP Jakarta, pada Kamis (5/1).

Adapun program prioritas lainnya yakni 10 Research Buoy, Pembangunan Integrated Aquarium and Marine Research Institute di Pangandaran (Piamari) dan Morotai (Miamari). Keempat program prioritas sektor penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan tersebut dilaksanakan dengan realisasi 92,58 persen dari pagu anggaran Rp 728,2 milyar

Selanjutnya Zulficar menjelaskan, KKP telah menghasilkan 10 Research Buoy untuk menyediakan data lingkungan laut berupa konduktivitas, suhu, oksigen terlarut dan klorofil di Indonesia Bagian Timur, yakni perairan Nusa Tenggara dan Maluku Utara.

Pembangunan Piamari dan Miamari hingga akhir 2016 telah mencapai tahap  dua desain dan DED (Site plan, Akuarium, Dormitory, Gedung Riset dan Power House), serta dua Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL)/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dan AMDAL.

Zulficar juga mengatakan, selama 2016 Balitbang KP telah menghasilkan dua usulan paten, sehingga total hak paten Balitbang KP pada 2016 menjadi 72 paten.“Selain itu dihasilkan pula dua paten tersertifikasi yaitu Alat Ukur Sidat dan Test Kit Residu Boraks”, ujarnya.

Adapun rekomendasi, Balitbang KP telah mencetak 52 Bahan Rekomendasi yang terdiri dari 20 Rekomendasi Iptek bidang perikanan, 14 rekomendasi iptek bidang kelautan, 6 rekomendasi iptek bidang penguatan daya saing produk, dan 12 rekomendasi bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan.

Selain itu,  telah dihasilkan 88 inovasi teknologi yang terdiri atas 71 inovasi teknologi bidang perikanan, 6 inovasi teknologi bidang kelautan, serta 13 inovasi teknologi bidang penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan.

Pada 2017, Balitbang KP menganggarkan Rp 736,5 milyar sebagai alokasi pagu untuk menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan yang meliputi pembangunan dua Integrated Aquarium and Marine Research Institute di Pangandaran dan Morotai, melaksanakan Stock Assessment di 3 lokasi KPP PUD (431, 438, 439), melaksanakan stock assessment di 5 WPP NRI (711, 712, 715, 716, 717) dan implementasi Sistem Informasi Nelayan Pintar di 7 pelabuhan.

Selain itu, akan dilakukan penerapan 42 policy brief di SKPT, WPP, KPP PUD, dan Lokasi Prioritas KKP, 10 inovasi teknologi dan nilai tambah produk perikanan,  2 inovasi sosial ekonomi kelautan dan perikanan dan pengusulan HKI/Paten/Rilis dan 22 data informasi ilmiah, modernisasi sarana dan prasarana riset sebanyak 27 paket, 9 sertifikasi kelembagaan, 3 pusat unggulan iptek dan 2 rintisan pusat riset internasional dan  sebagai operasional INDESO (Pemantauan Perairan Laut).

Sumber: Biro Kerja Sama dan Humas, KKP