Persiapkan SDM Taktis, Bakamla Berpegang Prinsip ‘Tidak Ada Rotan Akar pun Jadi’

0
81
Dari kiri ke kanan: Laksda Bakamla Irawan, Laksdya Bakamla Aan Kurnia, Laksdya Bakamla A. Taufiq R, dan Laksda Bakamla TSNB Hutabarat.

Jakarta (Samudranesia) – Bakamla dituntut untuk menyiapkan SDM sendiri dengan kualifikasi standar sebagai SDM Coast Guard yang profesional dan mumpuni. Sementara para Perwira Tinggi TNI AL yang di-BKO ke Bakamla memiliki tugas sebagai pembimbing dalam menyiapkan personel Bakamla yang independen.

Demikian ungkap Kepala Bakamla lama Laksdya Bakamla A. Taufiq. R di sela-sela Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bakamla kepada Laksdya Bakamla Aan Kurnia yang berlangsung di Markas Bakamla, Jakarta, Jumat (14/2).

Tugas dalam menyiapkan SDM Bakamla yang andal dan berkualitas tinggi kini diemban oleh Kepala Bakamla baru Laskdya Bakamla Aan Kurnia. Hal itu mengingat bahwa SDM merupakan hal terpenting dalam sebuah organisasi.

“Karena di level strategi sudah siap. Hanya di bawah ini belum. Kapal itu begitu saya masuk, DSP-nya 78 orang tapi cuma diisi 16 orang. Bisa apa? Kondisi. Kemudian saya minta ternyata saya dapat personel, pengawak, bukan yang dilatih untuk kapal itu. Ya itu karena tadi kegamangan di awal. Yang ada, tidak ada rotan akar pun jadi,” tegas Taufiq.

“Itu saya latih selama tiga bulan. Bisa menguasai kapal. Sudah lumayan sekarang bisa 38 orang di kapal. Jadi betapa beratnya tugas Pak Aan nanti. Jadi kalau kita lihat dalam satu organisasi ada level strategi, operasi, taktik, teknis. Level strategi sudah saya perankan maksimal dengan para perwira,” jelasnya.

Baca Juga:

Menurut Taufiq, dalam rangka membangun Coast Guard, Indonesia boleh dikatakan terlambat ketimbang negara lain. Bakamla sendiri baru berdiri pada 15 Desember 2014. Walaupun sudah 5 tahun berdiri namun fungsi utamanya sebagai Coast Guard belum terlihat.

“Kita terlambat. Malaysia sudah 14 tahun lalu, Filipina sudah lama, Amerika sudah dua ratus tahun lalu. Kita baru empat tahun, lima tahun sekarang. Kita terlambat, tapi tidak apa-apa kita bentuk. Oleh karena itu, di level strategi sudah saya laksanakan, di level operasi sudah saya penuhi. Doktrin-doktrin sudah saya lengkapi dalam waktu satu tahun ini. Tapi yang berat ini di level taktis dan teknis.

Oleh karena itu, SDM Coast Guard yang andal dalam level taktis dan teknis harus diwujudkan oleh institusi bermotto Raksamahiva Camudresu Nusantarasya ini. Taufiq pun memberi isyarat bahwa tugas berat dalam membangun SDM di level itu akan dilakukan oleh Aan Kurnia.

“Karena orangnya belum ada. Kalau level strategi dan operasi kan datang dari TNI AL. Saya sudah Bintang Tiga, Pak Aan Bintang Tiga, dari kepolisian, sudah tidak terlalu masalah, tapi yang di bawah itu. Makanya tugas berat menanti Pak Aan,” ungkapnya.

Sementara itu, Laksdya Bakamla Aan Kurnia juga menyadari bahwa permasalahan SDM memang sangat krusial. Dalam langkah ke depan yang terdekat, untuk mengatasi masalah SDM dia berharap ada sinergi yang baik dengan instansi lain.

“Saya butuh waktu lama untuk melengkapi yang ideal tapi dengan sinergi ini saya akan mengatasi permasalahan-permasalahan itu,” pungkas Aan. (Tyo)