Perdebatan Lobster Jangan Diseret ke Ranah Politik

0
238
Menteri Edhy Prabowo melihat langsung industri budidaya lobster masyrakat.

Jakarta (Samudranesia) – Menanggapi polemik yang terus bergulir di tengah masyarakat mengenai kebijakan ekspor lobster, sejumlah pakar dan akademisi meminta agar opini yang berkembang di publik tidak dikaitkan dengan politik.

Beberapa media dan kelompok masyarakat langsung membenturkan kebijakan ini dengan kepentingan partai tempat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi salah seorang kadernya. Tentu perdebatan menjadi tidak sehat dan banyak menimbulkan dampak negatifnya.

Akademisi yang fokus di bidang lobster, Ilham Alimin Phd menilai agar energi kita tidak habis dalam perdebatan bernuansa politis di tengah upaya membangun usaha lobster Indonesia.

“Energi kita akhirnya habis dalam perdebatan-perdebatan di publik yang seharusnya bisa diarahkan untuk bagaimana memperkuat budidaya lobster kita. Dalam Permen itu (Permen KP No.12/2020) sebenarnya prioritasnya ada di budidaya lobster,” ujar Ilham kepada Samudranesia, Rabu (8/7).

Ia pun tidak ingin masuk dalam ranah perdebatan politik. Ia hanya ingin membedah masalah ini dari sisi akademis berbasis riset.

Ilham berharap agar publik bisa obyektif terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah soal lobster. Sehingga tidak terjebak dalam perdebatan bernuansa politis apalagi yang menyerang pribadi seseorang.

Dosen Politeknik AUP yang pernah mengenyam pendidikan di Australia tentang lobster ini menilai sekarang usaha budidaya lobster kita mulai dari nol lagi.

“Lima tahun sebelumnya, tidak ada yang bisa budidaya dari benih atau lobster ukuran 100 gram ke bawah, karena langsung ditangkap, soalnya ada peraturan yang melarang untuk nangkap benih. Nah sekarang kita mulai lagi dari nol, walaupun ada beberapa yang sudah jalan (tidak dari nol), jadi initinya budidaya (lobster) kita belum berkembang,” jelasnya.

Ia pun sempat mengunjungi Vietnam untuk melihat dan mempelajari budidaya lobster di sana. Harapannya, budidaya lobster di Indonesia juga bisa berkembang melalui skema kerja sama dengan Vietnam dan Australia.

“Untuk budidaya lobster ini kita butuh ekstra energi karena kurang lebih satu tahun baru bisa panen. Apalagi untuk hatchery,” tegasnya.

Ilham juga menegaskan bahwa lobster bukan termasuk biota yang akan punah. Maka dari itu, jika ada opini publik yang menyebut lobster bisa punah, menurutnya itu adalah suatu pembodohan.

Soal kerja sama dengan Vietnam yang juga banyak dipertanyakan publik, Ilham menyatakan dalam kerja sama tentu dengan menggunakan skema yang saling menguntungkan.

“Jadi ada perjanjian, kita yang menyuplai benihnya tapi kita juga minta ada share teknologi. Ini pun sudah disepakati di kedua negara. Kalau pun kita setop benih, dia (Vietnam) juga tetap akan mengembangkan budidaya,” terangnya. (Tyo)