Perahu Tradisional Bawean akan Dipatenkan di UNESCO

0
62
Jhukong, perahu tradisional Bawean (dok. kamerabawean.blogspot.com)

GRESIK (Samdranesia) – Pemerintah Kabupaten Gresik berencana akan mematenkan Jhukong ke Unesco. Jhukong adalah sebutan perahu tradisional khas nelayan masyarakat Pulau Bawean.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim ke Pulau Bawean saat menghadiri Festival Pulau Cena di mana terdapat acara parade Jhukong. 

Secara bentuk Jhukong memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dengan penyeimbang yang terbuat dari bambu pada kanan kiri perahu. “Jhukong identik dengan nelayan Bawean. Karena itu kami akan daftarkan ke Unesco,” ucap Qosim.

Sementara untuk meuju ke Pulau Cena, dibutuhkan perjalanan laut waktu sekitar 15 menit dari pantai Jhembengan Desa Teluk Jati Dawang, Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik. 

Pulau Cena memiliki alam yang eksotik dengan pemandangan bawah laut dan terumbu karang yang masih alami. “Pulau Cena sangat cocok disinggahi wisatawan terutama yang hobinya snorkling,” ujar Qosim.

Melihat potensi ini serta perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata di Pulau Bawean, Qosim sangat berharap kepada masyarakat untuk saling kerjasama dalam menjaga serta merawat potensi yang ada. Sebab sejauh ini pemerintah daerah juga terus berupaya untuk menarik minat wisatawa agar berkunjung ke Bawean. 

“Jika sinergi antara pemerintah dan masyarakat terjalin dengan baik maka akan banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Bawean yang tentunya akan meningkatkan perekonomian setempat,” pungkas Qosim. (SF)